"Kita masih melakukan penelusuran, dengan proaktif mencari saksi-saksi," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Baharudin Djafar saat dihubungi wartawan, Rabu (2/11/2011).
Baharudin menuturkan, pihaknya terus menggali informasi yang bisa menuntun pada keberadaan Dea yang hilang sejak 24 Oktober lalu. Informasi dari siapapun sangat diperlukan, terutama pihak-pihak yang diduga mengetahui keberadaan terakhir Dea.
"Apapun, yang dikatakan oleh orang-orang yang bisa mendukung terungkapnya kasus ini, menjadi masukan bagi tim yang dibentuk oleh penyidik. Maksudnya semua saluran informasi yang bisa mendukung. Kita harus melihat dari sisi positif," terangnya.
Apakah termasuk tukang ojek yang mengantar Dea ke Kali Malang? "Oh iya, kita cari. Semua informasi dijadikan bahan untuk menelusuri," ucap Baharuddin.
Lebih lanjut, Baharuddin menuturkan, polisi telah meminta keterangan dari orang tua Dea dan sejumlah saksi lainnya. Namun, baru keterangan kedua orangtua Dea yang sudah dicatat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
"Orangtua kemarin sudah dimintai keterangan. Secara lisan, kita sudah ada 5 orang, yang di berita acara baru orangtuanya saja," tuturnya.
Hingga kini polisi belum memperoleh fakta dan keterangan valid di balik kasus hilangnya mahasiswi Trisakti ini. Baharuddin memastikan, polisi terus menelusuri dan meminta keterangan dari semua pihak terkait. Dia menegaskan, polisi serius menangani kasus ini.
"Secara proaktif, tim akan bertanya sambil bekerja. Sambil dilengkapi langkah-langkah penyelidikan," terangnya.
(nvc/fay)











































