Winoto adalah warga Tunjung Tirto, Kecamatan Singosari, Malang. Ia meninggalkan rumahnya tanggal 10 Oktober 2011 pukul 08.00 WIB. Ia bertolak ke Jakarta setelah sempat pamitan ke Kanwil Bumiputera Malang.
Berbekal dua setel pakaian dan dua celana panjang plus uang tunai Rp 120.000, Winoto menggenjot sepeda ontel pinjaman melewati jalur Pantura menuju Jakarta. Ia tiba di Jakarta 12 hari kemudian pada Sabtu 22 Oktober 2011. Di Jakarta ia tinggal bersama rekan-rekan serikat buruh di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bapak lima orang anak ini berniat memperjuangkan hak-haknya yang selama 13 tahun diabaikan. Kala itu ia di PHK karena dianggap melanggar hukum karena dianggap merugikan perusahaan saat terjadi resesi pada tahun 1998. Namun dalam proses hukum kemudian ia membuktikan tidak melanggar hukum, namun tetap saja ia di PHK.
"Yang saya harapkan adalah hak saya selama 13 tahun ditelantarkan oleh AJB Bumiputera. Jadi selama 13 tahun kerja lebih ditambah kenaikan gaji dan sebagainya kira-kira ya 1 lah, Rp 1 miliar lebih,"tuturnya.
Namun begitu tiba di Jakarta tak banyak yang mempedulikannya. Pemerintah utamanya tak banyak yang merespons.
"Saya sudah ditemui Ombudsman, Komnas HAM, Direktur ILO, setelah itu saya ke Menakertrans saya kecewa sekali tidak ditanggapi. Saya juga sudah ke Men PAN tapi juga sangat mengecewakan," keluh mantan Kepala Cabang Bumiputera Pasuruan ini.
Siang ini saat ke DPR pun ia kurang beruntung. Tak ada satupun anggota dan pimpinan DPR yang menemuinya, karena DPR memasuki masa reses.
"Yah tapi setidaknya sudah boleh masuk ke DPR," tutur Winoto yang mengenakan topi, kaus berkerah warna krem, dan celana biru kehitaman ini, dengan raut muka senang.
Kini harapannya tinggal satu, bertemu dengan Presiden SBY menuntut keadilan. Ia akan menggenjot sepedanya ke Istana negara esok pagi.
"Saya besok ke Istana Negara, sudah mengirim surat ke sana, ya mudah-mudahan diterima," harapnya sambil tersenyum.
Selamat berjuang Bapak Winoto, mudah-mudahan sukses menggapai keadilan. "Terimakasih ya mas, alhamdulilah saya sehat dan Insya Allah masih bisa menggenjot sepeda saya kembali ke Malang," tuturnya sambil tersenyum, sembari mengayuh sepedanya meninggalkan Gedung DPR.
(van/ndr)










































