PD Sarankan Parpol Poros Tengah untuk Bergabung

PD Sarankan Parpol Poros Tengah untuk Bergabung

- detikNews
Rabu, 02 Nov 2011 10:58 WIB
PD Sarankan Parpol Poros Tengah untuk Bergabung
Jakarta - Sejumlah partai politik berkeberatan dengan nilai ambang batas parlemen sebesar 4 persen untuk Pemilu 2014. Bila memang tidak yakin mampu menembus batas tersebut, partai-partai yang kebetulan memiliki ideologi yang nyaris sama tersebut sebaiknya bergabung saja.

Demikian kata Wasekjen DPP PD, Ramadhan Pohan, menanggai wacana pembentukan poros tengah oleh beberapa parpol dalam proses pembahasan revisi UU Pemilu. Parpol tersebut adalah PKS, PPP, PAN, dan PKB hingga saat ini masih berharap angka PT maksimal 3 persen untuk Pemilu 2014.

"Semangat kita adalah penyederhanaan parpol secara alamiah. Banyak parpol, banyak caleg berbakat dan hebat tidak masuk DPR hanya gara-gara parpolnya tak lolos PT. Sayang kan? Kenapa nggak gabung saja. Perbedaan satu parpol dan lainnya juga tipis. Ideologinya nyaris sama, yang beda cuma pemimpin parpol-parpol saja," imbau Ramadhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepada wartawan yang menemuinya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/11/2011), dia menyatakan nilai ambang batas 4 persen masih cukup moderat. Meski bila merujuk pada hasil dua pemilu terakhir, sebenarnya tidak ada jaminan partai politik besar sekalipun mampu menembusnya.

"Tak ada satu pun parpol yang merasa digjaya memastikan lolos PT. PDIP zaja suaranya merosot terus, dan kini juga nggak sesumbar sudah pasti lolos PT. Semua parpol juga begitu," tuturnya.

Namun ia menghormati dinamika politik yang terjadi. Wajar saja, semakin kecil parpol, tentu kuatir keberadaan mereka tergerus kenaikan PT. Namun masih ada waktu 3 tahun bagi masing-masing partai politik mempersiapkan diri.

"Dalam situasi sekarang, diakui ada dinamika. Biasalah itu. Tapi, sebenarnya masih terlalu dini bicara PT. Sekarang Pansus masih fokus bahas yang lain. Ini Maksudnya supaya kita nggak cuma berkutat di isu PT. Pansus Pemilu masih panjang. Belakangan aja baru kita bahas PT," ujarnya.

(van/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini