Upaya Markus di Peradilan, Wartawan pun Didekati

Upaya Markus di Peradilan, Wartawan pun Didekati

- detikNews
Rabu, 02 Nov 2011 06:50 WIB
Upaya Markus di Peradilan, Wartawan pun Didekati
Jakarta - Segala macam cara digunakan para makelar kasus (markus) untuk menggolkan usahanya menggoyang independensi hakim. Tak hanya lewat oknum di institusi persidangan maupun keluarga hakim, mereka juga mendekati pekerja media yang kerap punya hubungan baik dengan hakim.

Hal ini seperti yang dialami detikcom ketika sedang liputan di Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2011). Seorang pria berusaha meminta bantuan agar 'upeti' titipannya sampai ke hakim.

"Wah Bos, semalam kok telpon nggak diangkat? Bisa nggak Bos, bantulah kami. Ini ada titipan buat hakim MK," cerita pria itu sambil menyebutkan perkara pilkada yang sedang diproses MK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di pojok gedung yang cukup tersembunyi, pria itu mengutarakan harapannya supaya kasusnya dimenangkan. Dia mengaku sebagai tim sukses salah satu tim yang sedang berperkara.

"Ini yang minta bantuan dalam pilkada urutan ke dua. Nanti, bagaimana caranya, yang suara nomor satu dikalahkan. Jadi yang menang pilkada nomor dua. Beberapa jam lagi, hakim mau membacakan putusan kasusnya," ungkap markus mengarahkan tanpa menyebut nominal 'upeti' tersebut.

Entah usaha apalagi yang dilakukan pria itu tatkala detikcom menolak permohonannya. Tapi yang jelas saat dikonfirmasi ke salah satu hakim MK, dia menjawab tegas, bahwa hakim MK tidak menerima suap atau gratifikasi dari perkara atau jabatannya.

"Janganlah, kita apa adanya. Sudah ratusan yang saya putus, mulai dari teman sampai lawan, nggak ada satupun yang kita 'nikmati'. Semua apa adanya. Doakan saja selalu konsisten dalam keyakinan," ujar salah seorang hakim konstitusi.

(asp/gah)


Berita Terkait