"Saya mendaftar bukan atas pribadi ke New7 Wonders. Itu atas nama Kemenbudpar. Dan kami keluar dari New7 Wonders karena ada syarat-syarat yang tidak bisa kami penuhi. Jadi tidak ada urusan pribadi," jelas Sapta saat dihubungi detikcom, Selasa (1/11/2011).
Dia juga menjelaskan, keikutsertaan Indonesia selama 3 tahun ke New7 Wonders itu pun niatnya guna mempromosikan Pulau Komodo, Danau Toba, dan Krakatau. Namun belakangan setelah 3 tahun, muncul syarat macam-macam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Sapta tidak mempersoalkan pihak swasta yang mengelola New7 Wonders. Pihaknya mempersilakan saja, sama seperti halnya model Puteri Indonesia atau Miss Indonesia yang dibawa ke luar negeri oleh swasta.
"Kalau swasta mau silakan, kita tidak mau ikutan," tuturnya.
Sebelumnya pihak pendukung pemenangan komodo menuding sikap pemerintah yang mempersoalkan New7 Wonders karena Sapta Nirwandar gagal mendapat proyek. Kegagalan ini yang berujung kepada kampanye menjelek-jelekkan New7 Wonders.
(ndr/asy)










































