Saat ini, pembangunan kantor perwakilan DPD RI di 33 provinsi yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 30 miliar untuk satu gedung sedang dalam proses. Menurut anggota Dewan Perwakilan Daerah RI perwakilan Provinsi Maluku John Pieris, semakin cepat gedung dibangun, semakin cepat pula DPD dapat menggunakannya.
"Akan ada penghematan anggaran jika kantor DPD jadi. Karena DPD tidak lagi perlu mengeluarkan biaya penginapan jika ada pertemuan di daerah. Rapat dengan masyarakat di daerah pun dapat dilakukan di gedung tersebut," kata John kepada Jurnalparlemen.com, Selasa (1/11).
Dia mengatakan, banyak manfaat yang negara peroleh jika DPD memiliki kantor di setiap daerah perwakilannya. Selain memaksimalkan kinerja DPD, kantor akan menjadi aset negara yang bisa dimanfaatkan anggota DPD selanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DPD, katanya, tidak bisa dibandingkan DPR yang memiliki kantor partai di daerah pemilihannya. DPD sebagai perwakilan daerah, justru membutuhkan kantor di daerah karena basis kerjanya di daerah.
"Pembangunan gedung DPD ini bukan permintaan kami tetapi amanat UU MPR, DPR, DPD, dan DPRD. DPR dan pemerintahlah yang membuat dan menyetujuinya. Kami ini hanya subyek yang menerima sesuai yang tercantum dalam UU," katanya.
John mengaku miris dengan pemberitaan media dan pernyataan pengamat maupun aktivis LSM yang terkesan menyudutkan DPD. Justru, katanya, DPD memiliki kerja jauh lebih berat.
Sebagai lembaga representasi daerah, DPD harus sering mengunjungi daerah-daerah, mengadakan pertemuan dan rapat untuk menyerap aspirasi masyarakat. Tidak jarang, kata John, dirinya harus mengeluarkan anggaran dari kantongnya sendiri karena kebutuhan di daerah sangat banyak dan membutuhkan perhatian. Untuk mengakali supaya bisa membantu daerah yang membutuhkan, John sering memilih menginap di hotel kelas tiga setiap ada pertemuan atau ada rapat dengan pemerintah. Alasannya, untuk menghemat biaya.
"DPD mendapatkan jatah menginap selevel dengan lembaga pemerintahan yaitu penginapan di ; hotel bintang lima atau empat. Tapi, karena saya setiap mengadakan kunjungan ke daerah harus menyumbang entah untuk sekolah, pembangunan jembatan, dan lain sebagainya, maka saya siasati dengan menginap di kelas tiga supaya uangnya bisa saya berikan kebutuhan di daerah," ujarnya.
(nwk/nwk)











































