Keributan bermula dari datangnya bantuan berupa pakaian pantas pakai yang diperuntukkan bagi korban banjir. Masalah pendistribusian menjadi awal masalah tersebut.
Seorang warga meminta untuk bantuan di tempatkan di musholla dengan alasan tempat yang lebih kondusif, sementara warga lain menolak karena itu merupakan simbol agama dan bantuan tidak selayaknya dikaitkan dengan simbol agama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga lain dengan alasan masalah tempat agar lebih bersih menolak saran tersebut. "Saya hanya ngasi alternatif tempat. Warga siapapun, agama apapun silahkan ambil," terang warga RT 11 yang mencoba memberi alasan.
Warga lain,mencoba menenangkan dua orang yang sedang beradu mulut ini. Akhirnya, suasana kembali tenang setelah kedua pihak pulang ke rumah masing-masing.
Pada hari sebelumnya Senin (31/11/2011), juga sempat terjadi kesalahpahaman mengenai pendistribusian bantuan makanan. Dimana, ada beberapa warga yang merasa pembagian makanan kurang adil.
Masalah ini dapat diatasi setelah, dapur umum diambil alih oleh Petugas PMI dalam operasionalnya.
Hingga pukul 13.40 WIB, banjir yang melanda warga Kampung Pulo, Pondok Labu, Jakarta Selatan sudah mulai surut. Tinggi genangan air hanya berkisar 10-30 cm, atau setinggi mata kaki orang dewasa.
Sementara itu, proses pembongkaran tarub dan gorong-gorong di Lapangan Tembak Korps Marinir masih berlangsung. Terlihat dua alat berat berupa eskavator dan belasan pekerja membantu pengerjaan proses ini.
(her/her)










































