"Saya tahu visi atau semangat dari pendiri program Indonesia Mengajar tidak mau dicampuri oleh birokrasi atau yang lain lain. Saya kira itu sangat bagus, dan saya minta mungkin birokrasi jangan ikut-ikut campur, nanti malah kacau," ujar Boediono ketika menerima para pengajar muda ini di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (1/11/2011).
Menurut Boediono, program ini sudah tepat diserahkan sepenuhnya pada Gerakan Indonesia Mengajar. Mulai dari rekrutmen hingga training selama 7 minggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boediono melanjutkan, pemerintah cukup memberi support saja. Tapi support ini bukan berarti melakukan intervensi.
"Jadi yang bisa kita lakukan adalah support. Support apa yang dibutuhkan, support itu tidak harus intervensi langsung tapi bisa dengan apa yang bisa kita lakukan, apakah itu support untuk kelancaran, kepengurusan atau support sampingan," jelasnya.
"Apakah membangun perpustakaan di desa atau apa, tapi tidak boleh diimpuls dari pemerintah. Tapi kalau itu memang menjadi kebutuhan, Kemendikbud akan siap memberikan dukungannya," tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Boediono juga mengungkapkan keyakinannya jika program ini bukan semata mengirim para tenaga-tenaga muda ke daerah. Tapi, lebih jauh lagi yakni menciptakan pemimpin-pemimpin masa depan.
"Indonesia mengajar itu salah satu program kepemimpinan kita untuk menggodok pemimpin masa depan. Salah satunya adalah dengan mengerti kehidupan di pelosok sana, mengerti kebutuhan masyarakat di sana, mengerti bagaimana berkomunikasi dan mendengarkan kebutuhan di masyarakat grass root sana," terangnya.
Pengiriman para pengajar muda ke pelosok adalah program yang diselenggarakan oleh Gerakan Indonesia Mengajar yang digagas oleh Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan. 47 Pengajar muda ini adalah para pengajar yang masuk dalam gelombang ke III, yang akan dikirim ke pelosok nusantara di antaranya di Riau, Lampung, Kaltim, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara.
Gerakan Indonesia Mengajar berdiri pada tahun 2010. Gerakan ini digagas oleh Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan yang didukung oleh perusahaan energi nasional Indika Energy Group. Program ini telah menjangkau 18.003 siswa yang tersebar di 117 desa di 14 kabupaten, dan 14 provinsi.
(gun/mad)











































