"Kalau pelajar dalam arti kata ada mahasiswa juga itu kecil sekali, hanya 2,5 persennya," kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nugroho Aji kepada wartawan di Jakarta, Selasa (1/11/2011).
Meski demikian, lanjutnya, jumlah pengguna narkotika di kalangan pelajar cenderung menurun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, pengguna narkotika di tingkat pelajar biasanya mengkonsumsi narkoba jenis ganja dan ekstasi. "Karena harganya relatif murah," ucapnya.
Kenakalan remaja dalam mengkonsumsi narkotika ini, kata Nugroho, didorong oleh berbagai faktor. Mulai dari ingin gaya-gayaan hingga masalah keluarga.
"Motifnya macam-macam, ada diangapnya sudah hebat pakai narkoba kesannya, itu yang perlu kita antisipasi. Ada yang merasa hebat, ada yang frustasi melihat kondisi keluarganya atau sekolahnya malas," jelas Nugroho.
Ia melanjutkan, mudahnya kalangan pelajar memperoleh narkoba karena kurangnya sosialisasi mengenai bahaya narkoba. Untuk itu, pihaknya kini mengintensifkan pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar dengan cara memberikan penyuluhan ke sekolah-sekolah.
"Kegiatan penyuluhan ini kita antusias, yang datang banyak. Nanti saya akan datang ke sekolah untuk sosialisasi bagaimana pencegahannya," kata dia.
Ia melanjutkan, pelajar yang mengkonsumsi narkoba merupakan korban yang harus dilindungi. Jangan sampai, pelajar yang semula hanya sebagai pemakai meningkat menjadi pengedar.
"Sebelum mereka menggunakan, mereka kita bina. Jangan hanya ditangkapi, tapi sebelum mereka terjerumus lebih jauh, sebaiknya kita memberikan pencegahan sejak dini, jangan sampai mereka dimanfaatkan menjadi kurir atau pengedar," ujar dia.
Nugroho mengatakan, kegiatan penyuluhan ini sudah sering dilakukan. Pihaknya juga berharap agar sekolah melakukan bimbingan lebih ekstra terhadap para pelajar agar generasi masa depan itu tidak menjadi pengguna narkotika.
"Siapa tahu mereka ada informasi yang bisa langsung kita tindak lanjuti. Kemudian yang kedua, mereka kita berikan penyuluhan soal bahaya-bahaya narkoba jangan sampai mereka gunakan apalagi dimanfaatkan," paparnya.
Selain kalangan pelajar, pengguna narkotika lainnya didominasi oleh pengangguran yang mencapai 65 persen. Kemudian di kalangan karyawan mencapai 20 persen.
"Pedagang antara 4-20 persen dan ada juga pegawai negeri, TNI dan polisi," tutupnya.
(mei/her)










































