Dipenjarakan, Daniel Ungkap Dugaan Korupsi Rp 11 M di Kemenko Kesra

Dipenjarakan, Daniel Ungkap Dugaan Korupsi Rp 11 M di Kemenko Kesra

- detikNews
Selasa, 01 Nov 2011 13:45 WIB
Jakarta - PNS Kemenkokesra, Daniel Parulian (26), meringkuk di penjara Rutan Salemba karena dijebak mencuri mobil dinas. Atas tindakan tersebut, Daniel akan melawan atasannya hingga tetes darah penghabisan.

Daniel akan membuka laporan fiktif di Kemenko Kesra sebesar Rp 11 miliar sebagai bantuan untuk korban banjir bandang Wasior, Papua akhir tahun lalu.

"Ada uang negara sebesar Rp 11 miliar untuk korban Wasior. Tapi tidak ada uang yang sampai ke warga," kata kuasa hukum Daniel, Pamela Bianca saat berbincang dengan detikcom, Selasa, (1/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daniel mengetahui aliran dana tersebut karena dialah orang yang membuat laporan fiktif tersebut. Laporan fiktif tersebut kini ada dalam flash disk ditangannya.

"Daniel disuruh dan dipaksa oleh atasannya untuk membuat laporan fiktif," kata Pamela.

Setelah sukses membuat laporan fiktif, dana Rp 11 miliar tersebut dialirkan ke salah satu atasannya. Dana tersebut mengendap di rekening pribadi salah satu pejabat Kemenko Kesra. Uang yang seharusnya untuk kesejahteraan warga Wasior usai bencana malah lenyap masuk kantong pribadi.

"Data Daniel akurat. Dia bagian analisis anggaran dan membuat laporan penggunaan anggaran Kemenko Kesra," cetus Pamela.

Seperti diberitakan sebelumnya, Daniel merasa dijebak oleh atasannya sendiri. Salah satu alumnus terbaik Universitas Brawijaya (Unibraw), Malang ini dituduh mencuri mobil dinas Toyota Innova pada Mei 2011 silam. Daniel merasa dijebak atasannya karena dirinya menolak membuat laporan fiktif Kemenkokesra kurun 2010 hingga pertengahan 2011.

Kasus ini masih bergulir di Pengadilan Negeri (PN)Jakarta Pusat. Daniel sendiri saat ini dijebloskan ke di Rutan Salemba oleh hakim PN Jakarta Pusat.

"Waktu itu setelah selesai pekerjaan, saya diminta pulang dengan membawa mobil dinas. Lalu atasan saya menyerahkan kunci mobil tersebut. Tapi baru beberapa meter saya membawa mobil dari Kantor Kemenko Kesra, saya diteriaki maling," cerita Daniel beberapa waktu lalu.

Namun, satpam Menkokesra tetap bersikukuh dengan kesaksiannya bahwa Daniel yang membawa kabur mobil dinas tersebut.

"Waktu itu, mobil dinas Kijang Innova Nopol B 1012 PQO (plat merah) menyala di parkiran. Lalu saya datangi dan melihat orang menutupi mukanya dengan kemeja putih. Ketika saya stop, dia malah tancap gas kabur. Lalu saya kejar dan teriak maling," kisah satpam Kemenko Kesra, Didik, di depan majelis hakim PN, Jakarta Pusat pekan kemarin.

(asp/her)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini