PPP Belum Sepakat Dukung Mega
Rabu, 14 Jul 2004 08:03 WIB
Jakarta - Jurkamnas PPP Lukman Hakiem meralat pernyataan Waksekjen PDIP Pramono Anung tentang dukungan PPP kepada pasangan Capres Mega-Hasyim. Dewan Pimpinan Pusat PPP belum memutuskan apakah akan mendukung Mega-Hasyim atau SBY-Kalla pada pilpres putaran II, 20 September mendatang. Pernyataan Hamzah Haz sebagaimana dikatakan Wasekjen PDIP Pramono Anung, hanya sebatas dukungan pribadi saja. Lukman menyatakan DPP baru akan bertemu siang ini, Rabu (14/7/2004) pukul 14.00 WIB di rumah dinas Wakil Presiden RI Hamzah Haz, Jalan Diponegoro 2, Jakarta Pusat. Rapat ini merupakan rapat pertama DPP setelah pilpres putaran I, 5 Juli 2004."Bila benar, itu wacana pribadi Hamzah. Hingga pagi ini DPP belum mengambil keputusan," kata Lukman dalam perbincangan pagi dengan detikcom, Rabu (14/7/2004).Rapat siang ini akan membahas perkembangan pasca pilpres 5 Juli 2004. Agendanya adalah evaluasi perolehan suara pasangan Hamzah-Agum 5 Juli kemarin. Lukman tidak bisa memastikan apakah hasil rapat DPP akan senada dengan pernyataan pribadi Hamzah. Karena, bila merajuk Rapimnas DPP 29 April 2004, lanjut Lukman, PPP memutuskan tidak akan berkoalisi dengan Megawati."Itu rekomendasi Rapim di Kartika Chandra. Waktu itu kita memutuskan akan memelihara martabat partai. PPP tidak akan berkoalisi dengan Megawati. Sekarang apakah hasil rapim tetap berlaku, atau tidak, atau makin dikuatkan, saya belum bisa menentukan," jelas Lukman.Namun, tambah dia, kalau pun Rapat DPP siang ini merekomendasikan nama salah satu capres, tidak ada jaminan bahwa simpatisan PPP akan manut dengan rekomendasi itu. Lukman mengatakan, masyarakat sudah sangat independen. Tidak bisa diarahkan atau diperintahkan.Pilpres putaran I memberikan pelajaran berharga. Bahwa kedaulatan kini benar-benar di tangan rakyat. Rakyat lah yang menentukan siapa pilihan mereka sesuai hati nuraninya. Lukman mencontohkan raibnya dukungan simpatisan PPP pada pemilu presiden 5 Juli lalu. Alih-alih memilih jagoannya, kader PPP malah memilih calon lainnya. Hal ini pun menimpa pasangan capres Wiranto-Wahid dan Amien-Siswono."Tidak ada jaminan kader PPP akan manut rekomendasi DPP, bahkan Rapimnas," tutur Lukman.Wacana KoalisiLukman juga tidak sepakat dengan wacana koalisi untuk memenangkan salah satu capres menjelang pilpres putaran II. Karena menurutnya koalisi bertujuan untuk membentuk pemerintahan yang kuat. Siapa pun capres yang terpilih, memerlukan dukungan signifikan dari parlemen."Tentunya bila kami membicarakan koalisi, yang dimaksud adalah seberapa banyak porsi eksekutif yang ditawarkan pada PPP dalam pemerintahan mendatang. Karena kami memiliki modal perolehan 58 kursi di DPR," demikian Lukman.
(dni/)











































