Warga Bantu Bersihkan Ranjau Paku, Polisi Harus Lebih Serius

Warga Bantu Bersihkan Ranjau Paku, Polisi Harus Lebih Serius

- detikNews
Selasa, 01 Nov 2011 10:42 WIB
Warga Bantu Bersihkan Ranjau Paku, Polisi Harus Lebih Serius
Jakarta - Ranjau paku makin meresahkan pengendara di Jakarta. Beberapa orang warga sampai harus membentuk Komunitas Sapu Bersih Ranjau (Saber) untuk membersihkan ranjau paku di jalanan Jakarta. Polisi diminta serius untuk memberantas pelaku penebaran ranjau paku ini.

"Saya kira ini tinggal masalah niat saja. Polisi jangan hanya mengejar kasus-kasus besar saja, tapi harus memperhatikan kasus yang sudah meresahkan masyarakat," kata pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar kepada detikcom, Selasa (1/11/2011).

Bambang mengatakan, ranjau paku sudah menjadi kejahatan yang meresahkan warga. Hal ini disebakan banyak korban kejahatan ini adalah masyarakat menengah bawah yang menggunakan sepeda motor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan berarti yang membawa mobil tidak kena, tapi kebanyakan korbannya pengendara motor," imbuhnya.

Bambang menyatakan, petugas bisa saja memintaiinformasi dari anggota Komunitas Saber untuk mengetahui lokasi, modus dan orang-orang yang menjadi penebar paku tersebut. "Bisa saja dimintai keterangan dulu, mereka pasti punya informasi," sambungnya.

Polisi juga bisa melakukan penyelidikan tertutup dan melakukan pengawasan di kawasan-kawasan yang merupakan lokasi langganan penebar ranjau paku. Selain itu warga sekitar juga bisa dimintai keterangan.

"Kapolda harusnya bisa menangkap aspirasi warga ini dan memerintahkan anggotanya untuk serius menangani ranjau paku," imbuh Bambang.

Bambang khawatir jika penebar paku ini tidak tertangkap, lama kelamaan warga bisa bosan juga harus memungguti paku yang bertebaran di jalanan. "Kalau tidak tertangkap penjahatnya ya lama-lama bisa bosan juga," cetusnya.

Bambang mengatakan, polisi harus memberikan apresiasi kepada kelompok tersebut. Menurutnya tidak ada salahnya memberikan uang lelah kepada anggota kelompok pembersih ranjau paku ini. "Saya kira tidak ada salahnya menemui kelompok pemuda dan memberi uang lelah kepada mereka. Mereka harus diperhatikan karyanya," sarannya.

Sebelumnya, Abdul Rohim, anggota kelompok Saber mengaku telah mengumpulkan berkilo-kilo paku. Paku ini dikumpulkan dari berbagai titik seperti di Grogol, Cideng, Harmoni, Roxy, lampu lalu lintas di dekat Setneg, dan bahkan di depan Istana Presiden.

Abdul kerap memergoki orang yang tengah menyebar ranjau paku di jalanan. Penyebar ranjau umumnya menggunakan kotak korek api yang terbuat dari kertas untuk menyebarkan ranjau. Korek api kayu dikeluarkan, lalu sebagai gantinya dimasukkan paku di dalamnya. Ada sekitar 150 paku di dalam kotak tersebut.

"Biasanya ada 3 kotak korek api yang dijatuhkan kelompok itu di jalanan. Saya prihatin dengan banyaknya tukang sebar paku ini. Saya suka kasihan ada orang naik motor lalu terpaksa menuntun motornya karena bannya kena paku. Apalagi kalau hujan-hujan. Kalau kita nggak peduli, siapa lagi," papar Abdul, Senin (31/10).

(nal/vit)


Berita Terkait