PKB: Lembaga Survei Layani Order dan Kehilangan Independensi

PKB: Lembaga Survei Layani Order dan Kehilangan Independensi

- detikNews
Selasa, 01 Nov 2011 10:47 WIB
Jakarta - PKB mengkritik keras hasil survei yang menunjukkan rendahnya respon publik terhadap politisi muda. Kebayakan pelaksana jajak pendapat yang berlangsung belakangan menyesuai hasil dengan kepentingan klien mereka.

"Saya tidak sependapat dengan survei yang menyatakan politisi muda tidak pantas tampil sebagai presiden di masa datang. Saya meragukan hasil survei yang menyatakan politisi muda yang diduga tersangkut masalah hukum menjadi penyebab hancurnya citra politisi muda atau munculnya ketidakpercayaan publik terhadap politisi muda," kecam Ketua Fraksi PKB, Marwan Jafar, kepada wartawan, Selasa (1/11/2011).

Menurutnya, lembaga survey yang belakangan ini giat melakukan berbagai survey sudah kehilangan independensinya. Banyak jajak pendapat dilakukan berdasarkan pesanan sehingga hasilnya juga tidak obyektifitas dan diragukan validitasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena lebih mengedepankan kepentingan pemesannya. Para politisi muda yang sudah menjadi bulan-bulanan media itu kini didelegitimasi dengan survei pesanan. Jadi sudah lengkap kenestapaan politisi muda di hadapan lembaga survei dan publik. Tidak saja membunuh karakter politisi muda tetapi juga sukses membunuh masa depan politik demokrasi di Indonesia di masa mendatang," protesnya.

Ia pun mengimbau politisi muda untuk tidak terpengaruh survei. Tetap bekerja keras, menghindari terlibat kasus pidana.

"Sebab dalam segi kapasitas maupun kualitas, para politisi muda ini tidak kalah bagusnya dengan kemampuan politisi gaek yang sedang malang melintang di dunia perpolitikan. Saya masih yakin politisi muda masih kompetitif dan masih mendapat tempat di hati rakyat. Soekarno, Hatta, Wahid Hasyim, Yamin dan sebagainya adalah para politisi muda di zamannya yang mampu mengukir sejarah," tandasnya.


(van/lh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads