Ketiga jembatan itu adalah jembatan sesek Daleman-Gunung Lemah (penghubung Kecamatan Sawangan dan Kecamatan Muntilan), Jembatan sesek Talun-Tumpang (penghubung Kecamatan Dukun dan Kecamatan Sawangan), serta Jembatan sesek Sudimoro (penghubung Kecamatan Mungkid dan Kecamatan Muntilan).
Dari informasi yang dihimpun detikcom, Senin (31/10/2011), hujan yang mengguyur kawasan puncak Merapi khususnya di sisi barat terjadi mulai pukul 18.45 WIB. Beberapa kawasan Merapi yang diguyur hujan disertai angin kencang di antaranya adalah Kecamatan Dukun, Kecamatan Srumbung, dan Kecamatan Sawangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bayu menjelaskan, hanyutnya ketiga jembatan itu dikarenakan letak jembatan yang berada di dasar sungai mengakibatkan mudah terbawa arus banjir.
"Sebetulnya banjir lahar dingin masih tidak begitu besar membawa material. Hanya dalam bentuk pasir saja. Namun, karena letak jembatan ada di dasar sungai sehingga mudah hanyut," jelas Bayu.
Hujan deras juga terjadi di kawasan Jurang Jero, Kecamatan Srumbung mulai sekitar pukul 18.45 hingga sekitar pukul 21.45 WIB. Akibatnya, volume aliran sungai di Kali Putih meningkat.
"Hujan di Jurang Jero deras sehingga meningkatkan volume air di Kali Putih dan terjadi banjir masih dalam kapasitas sedang," jelas salah satu Anggota SAR Kabupaten Magelang, Ahmad Muslim.
Dipastikan, akibat hanyutnya tiga jembatan darurat itu, mobilitas penduduk di lima kecamatan di Kabupaten Magelang terganggu dan akan kesulitan melakukan aktifitas keesokan harinya. Sebab, jembatan itu merupakan jembatan alternatif yang digunakan penduduk untuk beraktifitas seperti berangkat sekolah, pergi ke pasar dan lainnya.
Sampai berita ini diturunkan hujan gerimis masih terjadi dikawasan puncak Merapi. Khususnya di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tidak ada korban jiwa dalam banjir lahar dingin yang masih dalam kapasitas sedang tersebut.
(irw/irw)











































