Kebakaran di Jatinegara Diduga Akibat Pembakaran Sampah Oleh Warga

Kebakaran di Jatinegara Diduga Akibat Pembakaran Sampah Oleh Warga

- detikNews
Senin, 31 Okt 2011 23:08 WIB
Kebakaran di Jatinegara Diduga Akibat Pembakaran Sampah Oleh Warga
Jakarta - Si Jago Merah yang melumat ratusan rumah bedeng dan dihuni mayoritas pemulung di Kampung Baru, RW 08, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, diduga akibat warga yang membakar sampah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Dari informasi warga katanya dari orang yang bakar sampah di pinggiran kali," kata Rosani (53) warga Blok A RW 08 dan mengaku baru tinggal 5 bulan di lokasi tersebut, kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin (31/10) malam.

Api dari pembakaran sampah tersebut kemudian merambat ke rumah warga yang kebanyakan dibangun dari tripleks dan kayu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulan Bencana Jakarta Timur, Idris DN, mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran karena ada warga yang membakar sampah.

"Dugaan sementara kebakaran dari sampah," katanya.

Guna menjinakan kobaran api yang melahap sekitar seratusan rumah, sebanyak 13 unit mobil pemadam dikerahkan dibantu 3 unit pendukung.

Idris mengatakan, pihaknya sempat kesulitan memadamkan api karena jarak kendaraan yang diparkir jauh dari titik kebakaran yang berada di kawasan padat penduduk, ditambah warga yang berebut ingin menonton peristiwa tersebut.

"Petugas terpaksa menyambung selang pompa berkali-kali hingga mencapai 500 meteran. Bahkan saat petugas pemadam kehabisan air, terpaksa mengambil air dari Kali Cipinang yang hitam pekat dengan cara dipompa," ujar Idris.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB itu. Namun, satu orang warga sempat pingsan saat berupaya membantu petugas pemadam untuk menjinakan api karena diduga menghirup asap.

Api mulai reda sekitar pukul 22.00 WIB. Petugas pemadam tetap berupaya mendinginkan titik kebakaran agar bara api tidak kembali menyulut api. Belum diketahui jumlah resmi penduduk dan jumlah Kepala Keluarga yang menghuni kawasan tersebut.

(ahy/irw)


Berita Terkait