Kasus Korupsi Damkar dan Kisah 'Teman Pak Menteri'

Kasus Korupsi Damkar dan Kisah 'Teman Pak Menteri'

- detikNews
Senin, 31 Okt 2011 21:13 WIB
Kasus Korupsi Damkar dan Kisah Teman Pak Menteri
Jakarta - Mengapa almarhum Hengky Samuel Daud begitu disegani oleh pejabat daerah? Padahal dia bukanlah siapa-siapa di lingkungan Kemendagri. Ternyata, Hengky selalu memperkenalkan diri sebagai teman mantan Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (31/10/2011), sejumlah saksi dari Pemprov Sumatera Utara kembali mengungkapkan kedekatan Hengky dan Hari. Terutama dalam urusan pengadaan mobil damkar, dimana Hengky bertindak sebagai penyalur agen tunggal dan Hari sebagai pengambil kebijakan.

"Pak Sekda, ini Pak Daud, temannya Pak Mendagri. Pak Gubernur bilang tolong dibantu urusan Pak Daud di Medan," kata Mantan Sekda Sumut, Muhiyan Tambusei, menirukan ucapan atasannya saat bersaksi bagi Hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Muhiyan, Hengky selalu turut serta dalam rombongan Hari ketika ada kunjungan ke daerah. Peristiwa ini teringat jelas di otak Muhiyan, terutama pada saat kunjungan Hari pada November 2002, 16 Juni 2003 dan 2004.

Untuk membuktikan kedekatannya dengan menteri era Megawati Soekarnoputri itu, Hengky juga sempat menyerahkan telepon untuk kemudian berbicara dengan Hari. Sontak, Muhiyan pun percaya meski awalnya mencurigakan.

Mantan walikota Medan Abdillah bahkan pernah punya pengalaman juga pernah bertemu dengan Hengky. Namun, pertemuan itu berlangsung dalam suasana kurang nyaman karena Hengky berperilaku kurang sopan.

"Saya kurang simpati sama dia, waktu salaman kuat sekali. Dipegang gini. Sejak itu saya tidak pernah mikirin lagi. Tidak ada lagi hubungan," kata Abdillah seraya menyebutkan perawakan Hengky yang mirip dengan tentara.

Menanggapi kesaksian ini, Hari Sabarno langsung membantah dengan tegas kalau ia melakukan intervensi untuk pengadaan mobil pemadam kebakaran di sejumlah wilayah di Indonesia. Dia juga memprotes istilah 'teman dekat Pak Menteri' sebab itu bisa berkonotasi negatif.

"Saya hanya ingin menegaskan kembali saya selaku menteri tidak pernah campur tangan dan intervensi," cetus Hari.

(mad/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads