Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (31/10/2011), sejumlah saksi dari Pemprov Sumatera Utara kembali mengungkapkan kedekatan Hengky dan Hari. Terutama dalam urusan pengadaan mobil damkar, dimana Hengky bertindak sebagai penyalur agen tunggal dan Hari sebagai pengambil kebijakan.
"Pak Sekda, ini Pak Daud, temannya Pak Mendagri. Pak Gubernur bilang tolong dibantu urusan Pak Daud di Medan," kata Mantan Sekda Sumut, Muhiyan Tambusei, menirukan ucapan atasannya saat bersaksi bagi Hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk membuktikan kedekatannya dengan menteri era Megawati Soekarnoputri itu, Hengky juga sempat menyerahkan telepon untuk kemudian berbicara dengan Hari. Sontak, Muhiyan pun percaya meski awalnya mencurigakan.
Mantan walikota Medan Abdillah bahkan pernah punya pengalaman juga pernah bertemu dengan Hengky. Namun, pertemuan itu berlangsung dalam suasana kurang nyaman karena Hengky berperilaku kurang sopan.
"Saya kurang simpati sama dia, waktu salaman kuat sekali. Dipegang gini. Sejak itu saya tidak pernah mikirin lagi. Tidak ada lagi hubungan," kata Abdillah seraya menyebutkan perawakan Hengky yang mirip dengan tentara.
Menanggapi kesaksian ini, Hari Sabarno langsung membantah dengan tegas kalau ia melakukan intervensi untuk pengadaan mobil pemadam kebakaran di sejumlah wilayah di Indonesia. Dia juga memprotes istilah 'teman dekat Pak Menteri' sebab itu bisa berkonotasi negatif.
"Saya hanya ingin menegaskan kembali saya selaku menteri tidak pernah campur tangan dan intervensi," cetus Hari.
(mad/irw)











































