"Curah hujan tinggi ini menyebabkan ketinggian air mencapai 150 sentimeter sehingga menggenangi wilayah RT 09, RT 10, RT 11, RT 12, dan RT 14," kata Kepala Bidang Tata Air Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Tarjuki dalam jumpa pers di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin, (31/10/2011).
Lebih lanjut dia menjelaskan curah hujan tinggi di wilayah hulu yang terjadi pada waktu itu mencapai 108 milimeter per jam. Padahal, curah hujan normal hanya pada angka 5-10 milimeter per jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DKI mengakui selama ini tidak memiliki sistem peringatan dini untuk mengantisipasi bencana banjir Jakarta. Padahal sistem ini sangat dibutuhkan untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan seperti banjir sedalam 1,5-2 meter yang melanda pemukiman warga di kawasan Pondok Labu, semalam.
"Kami baru akan memasang peringatan dini tahun ini, karena lelangnya baru selesai tahun ini," ungkap Tarjuki.
Tarjuki menjelaskan Dinas PU telah memiliki program pembuatan waduk di sekitar Kali Krukut untuk mencegah banjir. Rencananya tanah yang akan dibebaskan seluas 1,7 hektar, namun saat ini baru seluas 9 ribu meter persegi yang berhasil dibebaskan, sedangkan sisanya akan dilakukan tahun depan.
"Sambil menunggu pembuatan waduk tahun depan, kalau Dinas Pertamanan setuju November ini akan dibuat sodetan, bentuknya melengkung di lahan yang sudah kita bebaskan, lalu dibuang lagi ke Kali Krukut," terangnya.
Dia pun menyebutkan antisipasi genangan air Jakarta tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. "Pada 2007 ada 78 genangan. Setelah ada Kanal Banjir Timur kini telah berkurang 16 titik banjir. Saat ini hanya tinggal 62 titik lagi yang akan kami selesaikan bertahap," paparnya.
Logistik Korban Banjir
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta, Paimin Napitupulu, menerangkan saat ini untuk kebutuhan logistik bagi korban bencana banjir Pondok Labu sudah didistribusikan.
Terdapat sedikitnya lima perahu karet yang disedikan oleh Dinas Damkar, Satpol PP dan Tim SAR. Kemudian tiga unit tenda pleton dan satu unit tenda dapur umum, ditambah satu mobil dapur umum juga telah didistribusikan ke lokasi penampungan.
Adapun menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emawati, menyatakan dua pos kesehatan telah dioperasikan, dan ketersediaan konsumsi juga dipastikan mencukupi.
"Tadi pagi sudah kami sediakan 700 bungkus, hingga siang ini kira-kira sudah 1.000 bungkus nasi. Sedangkan air bersih dan makanan bayi dalam proses pengiriman, mengingat ada sekitar 235 balita disana," jelasnya.
Dinkes telah menangani sebanyak 23 pasien, semua biaya pengobatan gratis ditanggung oleh DKI. Tenaga medis sendiri ada sebanyak dua orang. Apabila ada pasien yang harus mendapat penanganan di Rumah Sakit, Dinkes telah menyiapkan empat RS rujukan, yakni RS Fatmawati, RS Marinir Cilandak, RS Pertamina, dan RS Pasar Rebo.
(asp/nwk)










































