tapi kenapa kau harus begitu
teganya engkau pergi dariku
kembali, kembali
oh kembali
Demikian cuplikan syair lagi berjudul "Kembali" yang ditulis Presiden SBY. Lagu tersebut dilantunkan oleh Afgan Syahreza dan mendapat aplaus meriah dari hadirin peluncuran album ke empat karya SBY.
Puluhan orang Afganisme, sebutan bagi penggemar fanatik Afgan, menjerit-jerit tak karuan mendengarkan lagu ini. Tidak sdikit dari para ternyata itu sudah hafal lirik lagu yang baru pertama dinyanyikan oleh pelantun aslinya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lagu ini menggambarkan serba-serbi kehidupan, yang sering terjadi miskomunikasi dan salah sangka. Akan sangat bijak jika kita tidak mudah berpraduga, tetapi sebaliknya rajin menjalin komunikasi dan persaudaraan," demikian tulis SBY dalam lagu berjudul "Kembali".
Ulasan tentang lagu "Kembali" kemudian dipaparkan oleh Remi Silado. Wartawan senior yang juga seniman tersebut berpendapat, Presiden SBY sepertinya ingin memperingatkan para partner politiknya.
"Di beberapa bagian lirik presiden menggunakan kemampuan menulis yang unik. Di dalam tradisi sastra Jawa disebut sanepan (kiasan)," ujar Remi Silado saat mengawali sambutan launching di Teater Kecil, TIM, Cikini, Jakarta, Senin (31/10/2011).
"Saya lihat lagu ini tidak cuma kisah seseorang yang meradang tatkala ditinggal kekasihnya. Tapi ini adalah sanepan, kiasan. Bisa jadi kekasihnya, atau anggota-anggota partai yang awalnya mendukung kini jadi luntur," analisa Remi.
Remi juga mengatakan, biasanya dalam sebuah lagu, yang memberi pengaruh besar adalah penyanyinya. Tapi di lagu-lagu yang tegabung dalam album "Harmoni" ini, justru yang memiliki daya tarik adalah sang pencipta, yang tak lain adalah seorang Presiden.
"Yang mencipta kita ini betul-betul celebrity, karena ini adalah Presiden kita," paparnya.
(anw/lh)











































