Rumah terdekat dengan lokasi ledakan yang beralamat di Bulusari, Sayung, Demak itu, atapnya nyaris runtuh. Genting-gentingnya melorot dan kayunya patah berantakan. Kondisi itu dialami dua rumah. Demikian pantauan detikcom, Senin (31/10/2011).
Beberapa rumah dan warung, kacanya pecah. Sementara, di sebuah toko yang berjarak sekitar 30 meter dari lokasi ledakan, plafonnya mengelupas. "Yang parah ya yang dekat-dekat lokasi," kata penjaga toko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pemerintah juga memberi santunan terhadap korban meninggal. Santunan itu diberikan kepada ahli waris 4 korban tewas, masing-masing sebesar Rp 2 juta.
Arief menyatakan, desa tersebut bukan termasuk sentra pembuatan petasan. "Nggak ada sejarahnya. Di sini sentranya di Wedung dan Mranggen. Tapi itu dulu, sekarang nggak lagi," paparnya.
Hingga kini, ratusan warga datang silih berganti. Usai ditinggalkan polisi, mereka sangat leluasa menjelajah setiap sudut lokasi ledakan. Namun semua dilarang merokok atau menyulut api, karena dikhawatirkan masih ada sisa bahan petasan di lokasi kejadian.
(try/rdf)











































