Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta Ipih Ruyani mengatakan, hewan kurban dari tiga tempat penampungan ini dinyatakan sehat semuanya. Pemeriksaan sudah dilakukan pada 27 Oktober lalu.
"Memang rata-rata sudah layak (semua tempat yang disidak). Cuma tetap dioptimalisasikan dari segi kebersihan. Di Cipayung ini sudah ideal. Begitu ada kotoran langsung dibersihkan," ujar Ipih di lokasi, Senin (31/10/2011).
Ipih mengharapkan agar semua penampungan yang ada di wilayah Jakarta semakin sedikit. Tapi volume peningkatan hewan kurban terus bertambah. Ipih menilai hewan-hewan kurban yang ada di Jakarta dinilai cukup sehat.
"Karena kan hewan ini berasal dari daerah jadi hewan dari daerah mau masuk ke Jakarta harus ada keterangan sehat dulu dari daerah masing-masing," jelasnya.
Ipih mengaku belum ada rencana dari pemerintah untuk membangun penampungan yang benar-benar ideal. Fokusnya saat ini masih kepada kesehatan hewan-hewan kurban.
"Tapi saya harapkan ke depannya ada rencana itu. Yang penting prioritas kseahatan. Jadi kita jalankan Idul Adha ini sesuai syariat Islam," ungkapnya.
Sedangkan untuk pengawasan atau sidak saat pemotongan hewan-hewan kurban, lanjut Ipih, juga akan dilakukan. Sidak pemotongan hewan kurban ini dilakukan untuk mengetahui apakah pemotongan itu sudah memenuhi kriteria atau belum.
"Kita lihat alat potongnya apakah itu bersih atau tidak. Lalu ada aliran untuk darah hewan yang disembelih itu. Lalu apakah ada alas untuk menampung daging dan gantungan untuk menguliti kambingnya," jelasnya.
Hanya 30 menit rombongan Dinas Kelautan dan Pertanian DKI berada di 3 penampungan Cipayung ini. Petugas tidak melakukan pengecekan sampel darah atau lainnya. Setiap penampungan lalu diberikan stiker berisi jumlah kambing dan jumlah sapi dengan logo 'Sehat'.
(gus/ken)











































