"Setelah membunuh korban, tersangka mengeluarkan motor Honda Beat warna biru milik korban," kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Helmy Santika di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (31/10/2011).
Motor bernopol B 1321 TDR itu diparkir di halaman parkir tempat kos korban di Jl Letjen Soeprapto Gang Ajid, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Namun, dalam perjalanan, motor yang dibawa tersangka itu mogok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara motor korban diperbaiki, tersangka kemudian menjual handphone korban merek LG di Pulogadung, Jakarta Timur. Kemudian, sekitar pukul 09.00 WIB, tersangka kembali ke bengkel untuk mengambil motor tersebut.
"Dari situ, dia kemudian jalan-jalan," ujarnya.
Pada Kamis (27/10) malam, tersangka kemudian kabur ke kampung halamannya di Indramayu. Di sana, tersangka kemudian menggadaikan motor milik korban seharga Rp 1 juta.
"Motornya digadaikan pada orang yang tidak dikenal," ujarnya.
Sembunyi di Kebun Cabai
Setelah menggadaikan motor korban dan mendapat uang dari hasil kejahatannya itu, tersangka bersembunyi. Ia bersembunyi di kampung halamannya di Desa Kedung Dawa RT 004/02, Kelurahan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
"Dia sembunyi di kebun cabai," ujar Kanit I Jatanras Polda Metro Jaya AKP Budi Hermanto dalam kesempatan yang sama.
Budi mengatakan, tersangka berhasil ditangkap aparat gabungan Polda Metro Jaya dan Polsek Gabus Wetan di tempat persembunyiannya itu pada Minggu (30/10) malam.
(mei/aan)











































