Pergantian KPU akan Dongkrak Suara Mega

Pergantian KPU akan Dongkrak Suara Mega

- detikNews
Rabu, 14 Jul 2004 02:36 WIB
Jakarta - Juru bicara Gus Dur, Adhie M. Masaardi menyesalkan arogansi anggota KPU, Hamid Awaluddin yang menilai tuntutan Gus Dur agar pemerintah mengganti KPU merupakan perilaku pribadi Gus Dur yang suka bikin heboh. Menurut Adhie, pergantian personil KPU mutlak dilakukan Presiden Megawati untuk meningkatkan kredibilitas dan integritas pemerintah terhadap pelaksanaan pemilu yang bersih di Indonesia.Disamping banyak melakukan pelanggaran terhadap undang-undang, KPU bahkan melanggar peraturan yang dibuatnya sendiri. Adhie menilai pelaksanaan dua kali pemilu yang sangat buruk oleh KPU ini, akan melahirkan "cacat bawaan" terhadap seluruh hasil dari proses demokrasi ke depan."Maka untuk meningkatkan kredibilitas dan akseptabilitas hasil pemilu, terutama pilpres putaran kedua, pergantian personal besar-besaran di tubuh KPU menjadi hal yang mutlak," ujar Adhie kepada detikcom, Selasa (13/7/2004).Menurut Adhie, pemilihan presiden langsung pertama merupakan tahapan proses demokrasi yang paling penting dalam sejarah bangsa ini. Karena itulah panitia penyelenggara hajatan demokrasi ini (KPU -red) haruslah orang-orang yang memiliki integritas, kapabilitas dan akuntabilitas terpuji."Bukan orang-orang yang korup dan mudah dintervensi kekuatan asing seperti disinyalir Menneg Bappenas Kwik Kian Gie," jelas Adhie.Bahkan, tambah Adhie, pembersihan KPU dari orang-orang yang kinerjanya buruk dan banyak melakukan pelanggaran terhadap undang-undang, seperti yang diminta Gus Dur, akan secara signifikan meningkatkan citra dan kredibilitas pemerintahan Megawati yang belakangan dianggap gagal. Bila Megawati melakukan semua itu, bukan mustahil tanpa diminta Gus Dur akan menggiring seluruh jaringan politiknya untuk mendukung Mega dalam pilpres selanjutnya. (dni/)


Berita Terkait