Soal TI KPU, Chusnul dan Roy Saling Cecar

Soal TI KPU, Chusnul dan Roy Saling Cecar

- detikNews
Selasa, 13 Jul 2004 23:24 WIB
Jakarta - Acara dengar pendapat hasil penghitungan suara melalui TI yang digelar di Pusat Tabulasi Nasional di Hotel Borobudur Selasa (13/7/2004) malam ini berubahmenjadi ajang saling cecar antara Penanggung Jawab Tabulasi Nasional Pilpres KPU Chusnul Mar’iyah dengan Roy Suryo, pengamat telekomunikasi dan multimedia.Keduanya bahkan memperoleh dukungan dari peserta dengar pendapat. Chusnul didukung oleh tim data entry KPU yang sebagian besar mahasiswa. Mereka berkumpul di bagian belakang Ballroom Hotel Borobudur. Sedangkan Roy disemangati oleh pengamat TI yang duduk di bangku pengunjung. Kedua kubu tampak bersorak mendukung jagoannya yang saling melemparkan cemooh.Dalam forum, Chusnul menyatakan bahwa pernyataan Roy tentang kejanggalan hasil tabulasi melalui TI yang ditayangkan di situs resmi KPU tidak didasari bukti yang kuat. Namun Roy menantang Chusnul membuktikan kebenaran inkonsistensi TI KPU. "Saya berikan datanya ini gratis karena ini komitmen saya terhadap transparansi," sambil menunjukkan laptopnya.Tapi, Chusnul justru balik menuding Roy menjual data perhitungan suara kepada Capres Wiranto. Chusnul juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap statement yang dikeluarkan Roy. Chusnul mengaku memperoleh informasi tersebut melalui SMS.Roy langsung meminta bukti SMS tersebut. "Mana nomornya, saya bisa lacak untuk membantu Ibu melacak SMS gelap itu. Jangankan capres, orang biasa pun yang minta data akan saya beri gratis," sambarnya.Sayangnya, Chusnul tidak bersedia menunjukkan nomor ponsel pengirim SMS tersebut. Beberapa anggota tim sukses yang kebetulan hadir di ruangan memrotes statemen Chusnul karena sebagai anggota KPU, Chusnul tidak seharusnya menyampaikan pernyataan yang bersifat tendensius di hadapan forum resmi.Roy menegaskan sikap kritis yang dilakukan selama ini sama sekali tidak bertendensi politis atau demi capres tertentu. Dia menegaskan, secara pribadi tidak ingin KPU dibubarkan atau TI dihentikan. Menurutnya sistem TI selama ini justru sudah bagus. Dan harus dilanjutkan pada putaran II. "Tapi sebaiknya tanggung jawab TI diganti," saran Roy.Chusnul balik berujar. Menurutnya kalau cuma dihujat oleh Roy Suryo itu bukan masalah. Katanya, "Kalau cuma dihujat Roy it's nothing bagi saya. Saya pernah 4 jam di hadapan komisi II dan tidak ada masalah. Apalagi cuma Roy. Roy tidak pernah datang ke KPU untuk belajar TI, tapi ia dapat bayaran besar atas omongannya tentang KPU."Di tempat yang sama, Wigrantoro Roes Setyadi,ahli telematika menyoroti managemen tim TI yang perlu pembenahan. Baginya secara infrastruktur tidak ada masalah dengan sistem TI yang ada. Baik segi SDM, software, hardware maupun strategi pengamanan.Sedangkan pakar telematika Ono W. Purbo mencecar Roy. Baginya pernyataan Roy di media massa tentang perubahan data di tampilan KPU tidak memiliki dasar kuat. "Jelas dong datanya bisa berubah-ubah karena sisinya selalu diupdate, verifikasi dan diperbaiki."Di akhir acara, Chusnul mengatakan akan mempertanggungjawabkan hasil TI. Menurutnya semua entry data sudah berlangsung sesuai standart operating procedure. (dni/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads