Pembunuhan di Jakarta Marak, Pelaku Kian Sadis

Pembunuhan di Jakarta Marak, Pelaku Kian Sadis

- detikNews
Senin, 31 Okt 2011 12:26 WIB
Jakarta - Secara kualitas, kasus pembunuhan di Ibukota cenderung meningkat. Pelaku pembunuhan tergolong sadis.

"Memang secara kualitas itu meningkat. Kualitas itu dilihat dari cara dan akibatnya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar kepada detikcom, Senin (31/10/2011).

Dikatakan dia, aparat Kepolisian memfokuskan pada peningkatan kasus secara kuantitas, bukan kualitas. Aparat Kepolisian meningkatkan upaya-upaya preventif hingga represif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kualitas tidak menjadi perhatian. Yang lebih penting bagaimana jumlahnya dan apa sebab kejadian, dan bagaimana mengungkap pelaku, itu yang lebih kami dalami," ujar Baharudin.

Menurut dia, upaya preventif dari aparat Kepolisian dalam mencegah tindak pidana yakni dengan meningkatkan kemitraan antara masyarakat dengan Babinkamtibmas. Babinkamtibmas diharapkan dapat menyelesaikan persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

"Kalau warganya ada masalah, bisa diselesaikan secara kekeluargaan, kenapa tidak," katanya.

Berdasarkan data Polda Metro Jaya tercatat, kasus pembunuhan sepanjang Januari-September 2011 mencapai 53 kasus. Secara kuantitatif, jumlah kasus pembunuhan setiap bulannya tidak menunjukkan angka yang cukup signifikan.

Pada Januari 2011 terdapat 5 kasus. Kemudian, Februari sebanyak 3 kasus. Berikutnya, Maret 2011 terdapat 8 kasus dan pada April 2011 meningkat menjadi 9 kasus. Sementara pada Mei 2011 ada 2 kasus dan Juni terdapat 9 kasus.

Pada Juli 2011 cenderung menurun dengan angka mencapai 7 kasus. Kemudian pada Agustus terdapat 3 kasus dan September sebanyak 7 kasus.

Sementara pada Oktober 2011, detikcom mencatat, angka pembunuhan di wilayah hukum Polda Metro Jaya mencapai 6 kasus. Dari 6 kasus ini, para pelaku menghabisi nyawa korbannya pada umumnya dengan menggunakan senjata tajam.

Misalnya saja, Jumat (14/10) lalu, perempuan bernama Hertati ditemukan tewas di dalam kardus televisi di Koja, Jakarta Utara. Hertati dibunuh oleh pacarnya, Rahmat. Bersamaan dengan dibunuhnya Hertati, Rahmat juga membunuh anak Hertati, ER (6). Mayat ER kemudian dibuang dalam koper di Cakung, Jakarta Timur.

Kemudian Sabtu (15/10) lalu, seorang perempuan bernama Ida alias Busin yang mayatnya ditemukan mengambang di jembatan Kalimalang, Bekasi Kabupaten, dibunuh oleh suaminya sendiri, SU. SU membunuh korban dengan cara membacok leher belakang korban, lalu ditenggelamkan di sungai setelah mayat tersebut diberi pemberat batu.

Selasa (18/10), sesosok mayat gosong yang belakangan diketahui bernama Sutarto ditemukan di Lapangan bola Kompleks Intercon di Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat. Pembunuh hingga saat ini belum tertangkap.

Selanjutnya, sesosok mayat perempuan ditemukan di dermaga Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (23/10) sore lalu. Pada leher perempuan tanpa identitas itu terdapat luka bekas jeratan. Hingga kini, baik identitas maupun pelaku pembunuhan belum terungkap.

Terakhir, Jumat (28/10) lalu, perawat RS Hermina Kampung Melayu, Roudlotul Zumroh (27) ditemukan tewas di kamar kosnya di Gang Ajid RT 6/1 Cempaka Putih Barat, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Korban dibunuh oleh kuli bangunan, Kadimah dengan cara dicekik.

(mei/aan)


Berita Terkait