Survei LSI Bertendensi 'Membunuh' Politisi Muda

Survei LSI Bertendensi 'Membunuh' Politisi Muda

- detikNews
Senin, 31 Okt 2011 11:09 WIB
Jakarta - Hasil jajak pendapat terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menyatakan pamor politisi sedang ambruk, merupakan bahan introspeksi penting. Namun menilik teknisnya, patut diduga tujuan pengumuman hasil jajak pendapat itu pembunuhan karakter terhadap tokoh-tokoh muda untuk memuluskan kandidat tertentu.

"Metode dan momentumnya tendensius. Peluncuran hasil survei berdekatan dengan isu pencapresan Aburizal Bakrie di Golkar. Ada kemungkinan survei itu diluncurkan untuk pembunuhan karakter tokoh-tokoh muda," kata Ketua DPP PAN, Bima Arya Sugiarto, Senin (31/10/2011).

Mantan pengamat politik ini membenarkan bahwa saat ini persepsi masyarakat terhadap politisi sedang buruk. Persepsi buruk itu berlaku untuk semua politisi baik tua maupun muda dan dari partai politik secara umum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kinerja politisi tidak bisa diukur dan dinilai melalui survei saja, terlebih yang rawan 'framing' atau pengkondisian dari lembaga survei pelaksananya," sambung politisi muda dari PAN ini.

Meski mempertanyakan motifvasi LSI dalam melakukan survei, namun para politisi muda jangan lantas mengabaikannya. Hasil yang dinyatakan merupakan substansi pandangan masyarakat dan selayaknya dijadikan refleksi serius para politisi muda.

"Sentimen 'muda' jangan lagi dijadikan motif bersaing di pentas politik. Politisi muda harus bersaing dengan menunjukkan integritas, kapasitas dan rekam jejaknya," wanti Bima.

(lh/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads