Walhi: DKI Perlu Pengerukan Sungai & Perbaikan Drainase

Banjir Jakarta

Walhi: DKI Perlu Pengerukan Sungai & Perbaikan Drainase

- detikNews
Senin, 31 Okt 2011 09:52 WIB
Jakarta - Jakarta sudah mulai memasuki musim penghujan. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, banjir menjadi ancaman serius warga Ibukota. Seperti yang sudah dialami warga Pondok Labu, Jakarta Selatan kemarin. Karena itu sungai-sungai di Jakarta perlu segera dikeruk.

"Pondok Labu sangat rentan terhadap limpahan air Sungai Krukut karena daerahnya agak cekung. Sungai Krukut itu tidak cepat mengalir juga sehingga limpahan airnya masuk ke kompleks warga. Sungainya dangkal karena itu tidak lancar arusnya, perlu dikeruk," tutur Ketua Walhi DKI Ubaidillah saat dihubungi detikcom, Senin (31/10/2011).

Jika sungai tidak terlalu dangkal, maka saat ada limpahan air hujan dari selatan Jakarta bisa langsung masuk. Menurut Ubai, daerah yang rawan tidak hanya Pondok Labu, namun juga sejumlah titik lain di Jakarta Selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Drainase mikro di tengah pemukiman juga perlu diperbaiki. Air yang mengendap lama ini karena drainase, saluran air mikro dan makro serta badan air seperti sungai mengalami disfungsi, tidak normal," papar Ubai.

Menurutnya, hampir semua sungai di Jakarta tidak dikeruk lagi. Yang dilakukan Pemprov DKI hanya pengangkutan sampah di pintu air dan pengerukan hilir sungai. Padahal sedimentasi atau pengendapan tidak hanya di hilir tetapi juga di tengah.

"Selain itu banyak sungai mengalami penyempitan untuk pemukiman dan ruko. Pemprov harus berani dan tegas membebaskan wilayah kanan dan kiri sungai dari pembangunan gedung. Kalau dibiarkan, ini akan menjamur. Ini merupakan problem sungai di Jakarta," lanjut Ubai.

Ubai menyayangkan, dengan curah hujan yang belum seberapa sudah membuat pemukiman di Pondok Labu tergenang. Dia tidak bisa membayangkan ketika Jakarta diguyur curah hujan yang lebih banyak.

"Drainase di pemukiman ada yang mati, ini harus diperbaiki. Kalau Dinas Pekerjaan Umum kesulitan, bisa memberdayakan warga. Jadi RT atau RW di-support dana untuk memperbaiki drainase mereka dengan bergotong royong," saran Ubai.

Dengan pengerukan sungai dan perbaikan drainase, maka jika hujan deras turun, bisa meminimalkan banjir. "Mungkin akan ada genangan sesaat setelah hujan deras datang, tapi tidak akan lama tergenang, karena air langsung mengalir ke sungai dan danau," ucap Ubai.

Sebanyak 239 kepala keluarga (KK) dievakuasi akibat banjir yang melanda perumahan warga di Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan pada Minggu (30/10) kemarin. Warga yang dievakuasi berasal dari lima RT yang tersebar di lokasi banjir itu. Banjir yang semula setinggi sekitar 2 meter, pagi ini setinggi pinggang orang dewasa.


(vit/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads