Marinir Menolak Dituding Jadi Penyebab Banjir di Pondok Labu

Marinir Menolak Dituding Jadi Penyebab Banjir di Pondok Labu

- detikNews
Senin, 31 Okt 2011 09:57 WIB
Jakarta - Tudingan menjadi penyebab banjir di perumahan warga di Pondok Labu, Jaksel ditepis pihak Marinir. Banjir memang biasa menyapa kawasan itu. Marinir mengklaim melakukan penyempitan sungai guna melindungi lahan mereka.

"Jadi begini, banjir terjadi sebelum ada pengerjaan bronjong. Bronjong itu dibuat guna mengantisipasi erosi yang diakibatkan banjir di kompleks Marinir," kata Komandan Pangkalan Marinir Jakarta Kolonel Hardimo saat dihubungi detikcom, Senin (31/10/2011).

Perumahan warga berada di belakang kawasan lapangan tembak Marinir. Kali Krukut memisahkan kompleks warga dan Marinir. "Kita memasang bronjong kita sendiri, itu berdasarkan peninjauan Pemda untuk mengatasi banjir di Kali Krukut," tambah Hardimo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak Marinir malah balik menuding. Banjir dikarenakan tindakan warga yang mempersempit kali. "Banjir itu timbul dari warga-warga baru yang membangun di kawasan bantaran kali tanpa izin," imbuh Hardimo.

Pihak Marinir membangun bronjong atau tanggul di kawasan Kali Krukut guna melindungi daerah mereka. Sebagian wilayah Marinir kala hujan datang memang kerap ikut menikmati limpahan air banjir.

"Kita juga mengantisipasi supaya erosi itu tidak menambah persoalan di tempat kita. Banjir itu terjadi di tempat kita, ada prajurit kita juga yang direlokasi. Bronjong itu mengamankan posisi kita," terangnya.

Hardimo menepis kalau Marinir sengaja membangun bronjong dan meninggikan lahan agar warga terkena banjir. Dia juga menyangkal kalau Marinir berniat membangun tempat guna perluasan lahan menembak.

"Dulu kita sempat menawar, cuma tidak lagi karena sekarang tidak ada dana. Apa yang kita lakukan sejalan dengan program Pemda di 2011 dan 2012. Banjir juga karena di daerah warga tidak ada resapan, sedang di kita ada daerah resapan. Hasil peninjauan juga lahan marinir susut 5-10 meter jadi pasang bronjong," jelasnya.


(ndr/vit)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini