"Undangan kepada Presiden RI ini merupakan apresiasi UNESCO terhadap komitmen Indonesia melindungi dan mempromosikan keanekaragaman budaya sebagai living assets," ujar Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, dalam surat elektronik, Senin (31/10/2011).
Di dalam kesempatan tersebut, Presiden SBY akan menekankan kembali penting pelestarian warisan budaya seperti wayang, keris, batik, dan angklung. Juga hanya situs budaya seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan, serta situs alam seperti Sangiran, Taman Hutan Tropis Sumatra, Taman Nasional Ujungkulon, Taman Nasional Komodo dan Taman Nasional Lorentz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden RI dan delegasi juga akan ke Cannes untuk menghadiri KTT G20. Agenda penting pertemuan pada 3-4 Nopember 2011 itu adalah membahas tindak lanjut implementasi komitmen penanganan krisis keuangan di kawasan Uni Eropa menjadi ancaman nyata bagi pemulihan ekonomi global.
Komitmen tersebut adalah para anggota G20 melakukan langkah-langkah pemulihan stabilitas global, meningkatkan pertumbuhan global, perdagangan dan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang adil dan berkelanjutan. Di dalam kontekes tersebut Indonesia mendorong G20 meningkatkan pertumbuhan global dengan lebih banyak menyerap tenaga kerja dan memajukan pembangunan infrastruktur yang memperhatikan aspek perlindungan sosial yang adil.
"Indonesia dan Prancis sebagai ketua bersama The G20 Anti-Corruption Working Group telah mencapai berbagai kemajuan penting dalam memajukan rencana aksi anti-korupsi termasuk dalam hal membersihkan lingkungan usaha dan bisnis, memberantas para pengemplang pajak, dan memperkuat penegakkan hukum," sambung Faiz.
Menurut jadwal, Presiden SBY dan rombongan bertolak dari Bandara Halim Perdanakusumah pada pukul 08.00 WIB. Rangkaian kegiatan yang Presiden SBY hadiri di Prancis akan berlangsung hingga 4 Nopember 2011.
(lh/van)











































