"Saya berharapnya dengan itu (Parpol), sesuai saja dalam proses politik kan idealnya menggunakan partai," kata Nono Sampono ditemui seusai Seminar Quo Vadis di markas besar PDIP di Jakarta, Minggu (30/10).
Nono yang merupakan mantan Pasukan Pengamanan Presiden (paspampres) era KH Abdurrahman Wahid dan Megawati ini berharap terjalinnya kombinasi antara parpol nasionalis dan partai religius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa waktu sebelumnya, sempat tersiar kabar bahwa purnawirawan TNI ini mengunjungi Cikeas. Secara implisit, Nono membenarkannya. Namun ia enggan menyebutkan maksud dan tujuannya berkunjung ke Cikeas.
"Kalau seandainya main ke Cikeas ya boleh dong, kan mantan paspampres," jawab Nono sambil tersenyum.
Nono optimis untuk terus maju baik secara independen maupun bersama parpol, kendati beberapa survei mengatakan bahwa pemilih terus menurun dalam pemilukada. Menanggapinya, Nono mengatakan disebabkan oleh beberapa faktor seperti pesimistis warga dan kesempatan yang dimiliki oleh warga.
"Sayang memang jika hak politik itu tidak digunakan. Banyak faktor memengaruhi, mungkin warga brpikir daripada meluangkan waktu untuk memilih lebih baik fokus bekerja. Faktor lain adalah pemahaman yang mereka peroleh dari visi yang ditawarkan oleh calon pemimpin," jelasnya.
Ia menilai sosok seorang calon pemimpin cukup berpengaruh pada jumlah pemilih.
"Daerah politik memang bisa naik turun. Tapi jika figur calon yang muncul bisa menjadi idola atau dipercaya ya bisa naik," tandasnya.
(fjp/van)











































