Wakil Kepala Satuan Reskrim Polres Jakarta Pusat Kompol Indra Fadillah Siregar saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus ini.
"Pelaku menggunakan senpi, tapi nggak ada korban jiwa. Pelaku hanya mengambil harta milik korban," kata Indra kepada detikcom melalui BlackBerry Messenger, Minggu (29/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi yang dikumpulkan dari kepolisian, perampokan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, pemilik rumah Heri Hutahuruk (73) beserta istrinya dan seorang pembantu, tengah beristirahat di dalam rumah. Sopirnya Robert (39) baru tiba di rumah korban.
Menurut Robert kepada polisi, saat kejadian, dia baru saja tiba di rumah korban dengan mengendarai sebuah sepeda motor. Robert kemudian membuka pintu gerbang untuk memasukkan motornya ke dalam garasi rumah.
"Pas motornya sudah dimasukkin, tiba-tiba datang mobil Avanza warna abu-abu mendekati pagar rumah," terang sumber di kepolisian.
Dua orang pelaku kemudian turun dari mobil itu. Salah seorang di antaranya langsung menodongkan benda menyerupai senjata api.
"Pelakunya ada empat orang. Dua masuk, dua lagi di dalam mobil," katanya.
Dua pelaku yang turun itu kemudian mendorong Robert untuk masuk ke dalam rumah. Setelah mereka masuk, pelaku menyekap Robert, Heri berserta istri dan pembantunya yang ada di dalam rumah. Korban diikat tangannya dan mulutnya dilakban.
Pelaku kemudian menyuruh pemilik rumah untuk menunjukkan harta benda miliknya. Dalam keadaan terancam, korban menunjukkan tempat penyimpanan harta berharganya.
"Pelaku mengambil uang sekitar Rp 18-20 juta, jam tangan, iPod dan sejumlah perhiasan," cerita sumber di kepolisian.
Pelaku tidak melukai korbannya dengan senjata api tersebut. Hanya saja, pelaku sempat menendang korban. Akibatnya, Heri mengalami luka memar.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Jakarta Pusat. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan polisi.
(mei/gun)











































