PDI-P saat ini hanya memiliki 11 kursi di DPRD DKI Jakarta. Jumlah itu masih kurang dari 15 kursi yang ditetapkan undang-undang untuk maju ke pemilukada.
"Tentu kami merangkul partai lain. Bisa itu partai yang sudah memiliki kursi di DPRD maupun dari partai yang non-seat," ujar Pelaksana Harian Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP DKI Jakarta, Djarot Syaifullah Hidayat, di kantor DPP PDIP, Jakarta, Minggu (30/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PDIP bisa saja ambil DKI 1 bisa juga ambil DKI 2. Tinggal bagaimana suara di lapangan. Tapi suara dari kader, diusahakan agar ada kader internal yang bertarung di Pilkada," terang Djarot.
Lebih lanjut Djarot mengatakan, Pemilukada DKI nantinya tidak akan jauh berbeda dengan Pemilukada Banten yang mengeluarkan nama Ratu Atut Chosiyah (Partai
Golkar) dan Rano Karno (PDI-P) sebagai pemenang.
"Pasti akan sama ketatnya, kami berharap hasil di Banten bisa terjadi di DKI. Saat ini kami masih terbuka siapa saja yang mau berkoalisi dengan kami," tuturnya.
Dikatakan Djarot, fraksi PDI-P di DPRD DKI Jakarta kini sedang gencar mencari partner koalisi. "Ke beberapa fraksi lain untuk lakukan pejajakan sudah ada supaya kursi kita pasangan bisa penuhi kuota 15 kursi itu," jelasnya.
(ahy/gun)











































