Ramadhan Pohan: Pencapresan Dini, Sekedar Berandai-andai

Ramadhan Pohan: Pencapresan Dini, Sekedar Berandai-andai

- detikNews
Minggu, 30 Okt 2011 13:07 WIB
Ramadhan Pohan: Pencapresan Dini, Sekedar Berandai-andai
Jakarta - Walau kontestasi Pilpres 2014 masih jauh tiga tahun lagi, namun sudah ada partai politik sudah mantap menyebut jagoan masing-masing. Fenomena demikian tak ubahnya berandai-andai sudah memenangkan Pemilu 2009 dan mendatangkan suasana kompetisi politik yang terlalu dini.

"Mereka terlalu berandai-andai, seolah-olah sekarang sudah 2014. Pemilu datang lebih dini ya," ujar Wasekjend DPP PD, Ramadhan Pohan, kepada detikcom, Minggu (30/10/2011).

Mantan jurnalis ini mengingatkan, Pilpres 2014 dilangsungkan setelah Pemilu 2014. Berdasarkan hasil Pemilu 2014 baru bisa diketahui parpol mana saja yang mempunyai hak untuk mengusulkan pasangan bakal capres-cawapres sendiri ke KPU sebagai kontestan Pilpres 2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bila ternyata perolehan suara mereka kurang memenuhi syarat untuk mengusung jagoan sendiri, maka sesuai UU Pilpres harus berkoalisi dengan parpol lainnya demi memenuhi 20% kursi DPR atau 25% perolehan suara nasional. Di dalam proses tersebut, terbuka peluang jagoan yang sudah dipublikasikan selama ini malah tidak dapat di-capreskan secara resmi.

"Tapi yang sekarang terjadi, seakan-akan sudah pasti menang pemilu dan bisa mengajukan capresnya sendiri. Atau sudah kebelet," sambung Ramadhan.

Dia menambahkan strategi parpol yang mengajukan 'capres dini' tetap patut dihargai. Namun bukan berarti PD akan latah dengan mengajukan kandidat pasangan capres-cawapres untuk Pilpres 2014 sebelum mengetahui hasil akhir Pemilu 2014.

"Kami tidak buru-buru bicara capres. Sekarang masih terlalu dini. Fokus kami memenangkan Pemilu 2014, baru kemudian Pilpres 2014," imbuhnya.

Seperti diketahui, dalam Rapimnas Golkar kemarin diputuskan bahwa Aburizal Bakrie akan menjadi calon presiden pada 2014. Keputusan ini diambil tanpa melalui mekanisme konvensi.


(lh/fay)


Berita Terkait