Demikian pernyataan Lembaga Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan Arab Saudi (PME) seperti dilansir Arab News, Minggu (30/10/2011).
"Tidak ada indikasi cuaca buruk mengancam musim haji. Langit akan tetap cerah kecuali berawan pada tiga hari terakhir. Hal ini juga dapat disertai dengan gerimis ringan di ketinggian di Taif dan sebagian tempat-tempat suci," kata Asisten Kepala PME Saad Muhallafi.
Dia menambahkan bahwa suhu di tempat-tempat suci selama haji diperkirakan tertinggi 38 derajat Celcius dan terendah 21 derajat Celcius.
"Peringatan pada setiap perkembangan cuaca yang tak terduga akan diterbitkan 48 jam sebelumnya," kata Muhallafi.
PME telah membuka 40 pos observasi untuk mencatat faktor-faktor atmosfir yang bisa membantu akurasi peramalan cuaca selama musim haji.
Sistem monitoring otomatis mencakup Makkah, termasuk Masjidil Haram, Mina, Arafah, Makkah-Jeddah Expressway, Madinah dan Taif.
Puncak haji akan jatuh pada Sabtu 5 November yang ditandai wukuf di Arafah. Saat ini jamaah haji reguler Indonesia telah terkonsentrasi di Makkah.
(nrl/gun)











































