Waspadai Survei Pesanan Soal Capres Terpopuler

Waspadai Survei Pesanan Soal Capres Terpopuler

- detikNews
Minggu, 30 Okt 2011 03:21 WIB
Jakarta - Pemilu 2014 masih tiga tahun lagi, namun sudah ramai dirilis survei-survei siapa Capres-cawapres paling populer. Uniknya, antara satu survei dan survei lainnya sering bertolak belakang. Survei semacam ini pun dinilai hanya untuk pencitraan belaka dan bisa dipesan.

"Ini hanya untuk pencitraan saja. Kita tidak ingin menuduh, tetapi asal punya uang tinggal dipesan," ujar pengamat politik UI, Iberamsjah kepada detikcom, Sabtu (29/10/2011) malam.

Iberamsjah menilai tidak semua lembaga survei kredibel. Jika survei dikeluarkan dari lembaga pendidikan mungkin bisa dipertanggungjawabkan, tetapi banyak lembaga survei yang bisa memainkan pesanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seperti sampel yang diambil cuma 1.000 atau 1.500, mana bisa itu dikatakan mewakili Indonesia. Tidak akan akurat," kritiknya.

Iberamsjah menilai semestinya para politisi tidak usah begitu bernafsu untuk melakukan pemanasan jauh-jauh hari. Waktu setahun sebelum pemilu adalah waktu paling tepat untuk sosialisasi.

"Kalau dari sekarang terlihat sekali bernafsunya," jelas Iberamsjah.

(rdf/rdf)


Berita Terkait