Kasi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Surakarta, Bantaran Triatmojo, memaparkan bahwa pada Sabtu dinihari tadi, petugas kepolisian telah menghentikan dua bus di Sragen dalam perjalanan menuju Jawa Timur. Setelah diperiksa ternyata penuh berisi warga asing yang tidak dilengkapi dokumen perjalanan.
Mereka kemudian diserahkan ke Kantor Imigrasi Surakarta. Dari pemeriksaan oleh petugas, diketahui mereka adalah imigran gelap dari Afghanistan, Pakistan, dan Iran. Selanjutnya mereka dikirim ke Kantor Imigrasi Semarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Bantaran memaparkan, adanya insiden dalam perjalanan para imigran gelap tersebut dari Semarang menuju Solo. Ada 13 imigran berhasil melarikan diri dengan cara memaksa pengemudi bus untuk berhenti. Petugas polisi yang mengawal perjalanan hingga saat ini belum berhasil menangkapnya kembali.
Sementara itu, meskipun mengaku tidak keberatan dengan penitipan itu namun pihak Rutan Surakarta berharap Kantor Imigrasi maupun International Organization for Migration memberi perhatian untuk akomodasi para pengungsi gelap itu.
"Makanan di rutan tentu tidak layak untuk mereka, karena mereka harus mendapatkan asupan makanan sesuai standar internasional. Apalagi diantara imigran gelap yang dititipkan kepada kami itu, beberapa diantaranya masih anak-anak," ujar Kepala Keamanan Rutan Surakarta, Oga Darmawan.
(mbr/rdf)










































