Suasana hiruk pikuk akibat lalu lalang ribuan orang turis dan remaja setempat sangat terasa di Taksim dan Istikal Center. Reporter detikcom yang menyusuri dua lokasi pusat keramaian dan hiburan itu menyaksikan hampir semua pertokoan garmen, souvenir, tempat makanan maupun rumah hiburan penuh sesak, Sabtu (29/10/2011) dinihari.
Dari balik jendela rumah-rumah hiburan, terlihat beberapa wanita bergoyang mengikuti irama musik yang menghentak-hentak. Sama seperti di Indonesia, tempat hiburan malam di sana juga ada calo yang tugasnya 'merayu' wisatawan.
Beberapa orang yang mengenakan mantel hitam terlihat menghampiri wisatawan yang sedang menikmati malam di kawasan Taksim. Mereka melakukan pendekatan ke calon mangsanya dengan gaya yang cukup lihai.
Keramahan mereka tonjolkan di awal perkenalan terhadap calon mangsanya. "Anda dari mana? Di sini liburan atau bisnis," tanya mereka sambil mengulurkan tangan untuk mengajak bersalaman.
Selanjutnya, mereka mengucapkan terima kasih kepada calon mangsanya yang sudah melakukan kunjungan wisata ke negaranya. Mereka pun tidak segan-segan menghampiri wistawan yang sedang nyantai di kafe atau rumah makan.
"Anda suka ke night club? Kalau mau saya tunjukkan tempat yang sangat menarik," tambahnya dengan bahasa Inggris. Bahkan mereka juga mengiming-imingi kemolekan perempuan hiburan malam.
Namun jika calon mangsanya tidak berkenan, mereka akan pergi meninggalkannya. Tidak ada upaya pemaksaan. Beberapa wisatawan asal Indonesia yang sedang berbelanja souvenir di salah satu gerai di Taksim, sempat diingatkan oleh sang penjaga toko.
"Be careful, that man is no good," kata dia kepada Eko, seorang pengunjung asal Indonesia.
Keramaian dunia malam di Taksim juga sempat diwarnai aksi perkelahian. Pengamatan detikcom, dua kali dalam jeda waktu yang tak terlalu lama terjadi perkelahian. Namun kejadian itu tak menyurutkan para wisatawan dari berbagai negara menikmati 'keindahan' malam negeri yang akan merayakan hari kemerdekaannya ini.
(gik/lh)











































