Demikian perintah Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Didiek S Triwidodo. Perintah dia sampaikan dalam sambutannya saat meresmikan pembangunan empat Mapolsek dan Mapolres Magelang di Mapolres Magelang Jl. Letnan Jendral Tukiyat, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (29/10/2011).
"Saya perintahkan di penjagaan tidak ada televisi. Saya tidak mau lihat lagi di pos penjagaan ada televisi," perintah Didiek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan saya anti televisi, tapi kalau sedang jaga, ya jaga! Biar fokus, jangan nonton televisi. Apalagi nonton bola saat di penjagaan, itu bisa mengganggu polisi yang tugasnya melayani masyarakat,” tegas Didiek.
Dia juga meminta jajaran polri tidak mengesankan diri sebagai lembaga yang 'angker', namun justru harus terbuka kepada masyarakat. Jangan lagi ada semacam prosedur yang mempersulit masyarakat untuk menyampaikan permasalahan keamanannya.
"Kalau masuk kantor polisi masyarakat pakai sandal jangan dilarang apalagi dimarahi. Masyarakat tak perlu pakai sepatu lalu diijinkan masuk kantor polisi. Yang penting tetap ada pemeriksaan untuk jaga keamanan," tukas Didiek.
Selain itu, Didiek meminta agar akses masyarakat terhadap pimpinan di kantor polsi (Kapolsek dan Kapolres) untuk dipermudah. Tidak harus ada jalur khusus yang disebut jalan surge untuk ketemu dengan jajaran pimpinan polisi di seluruh Jawa Tengah.
"Jangan sampai ada istilah 'jalan surga' atau jalan khusus ke ruang kapolres. Jika terkesan angker dan megah jangan sampai masyarakat tidak mau datang,” wanti Didiek.
Empat mapolsek baru yang diresmikan pembagunannya adalah Mapolsek Purworejo, Rembang, Brebes dan Temanggung. Untuk mapolres ada satu, yaitu Mapolres Magelang. Proyek tersebut menelan dana senilai Rp. 5,7 miliar.
Hadir dalam acara peresmian Gedung Polres Magelang adalah para kapolres se-Jateng beserta Muspida Magelang. Acara itu juga sempat dihibur oleh musikus gaek Nomo Koeswoyo sebagai pengisi acara.
(lh/lh)











































