"Kalau menurut saya danpaspampresnya itu harus diganti," kata Hasanuddin saat dihubungi detikcom, Sabtu (29/10/2011).
Penerobosan ring I terjadi berturut-turut saat Presiden SBY menghadiri ASEAN Fair di Bali, Senin (24/10) dan Wapres Boediono dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda di Bandung, Sabtu (28/10) kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kalau dua-duanya sudah kebobolan, ya komandan Paspampresnya yang berarti harus diganti," ujar purnawirawan berpangkat terakhir mayor jenderal ini.
Dia menjelaskan, pengamanan ring I sangatlah krusial. Dia mencontohkan, bagaimana jika pengayuh sepeda ontel yang menerobos ring I Presiden SBY di Bali itu bukanlah tukang kebun, melainkan teroris yang membawa senjata.
"Atau misalnya presiden digranat dari jarak dekat, gimana coba?" kata Hasanuddin yang mengaku tidak pernah bobol dalam mengawal sejumlah presiden dalam sebelas tahun tugasnya.
Agus Sutomo sendiri mengaku terjadi kelengahan oleh anak buahnya dalam insiden di Bali. Namun, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono membantah Paspampres kebobolan.
"Tidak ada kebobolan. Bahwa pengamanan berlapis-lapis itu untuk mengantisipasi itu. Kalau lewat ring di sini, ya berikutnya, berikutnya. Sterilisasi dilakukan itu pasti," kata Suhartono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/10).
(lrn/lh)











































