Seratusan massa gabungan dari pemuda, ormas, pegiat LSM, dan mahasiswa tersebut menggelar aksinya berawal dari Bundaran Gladag, Solo, Jumat (28/10/2011) siang. Selanjutnya mereka berjalan kaki menuju Balaikota Surakarta yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi berkumpul.
Sesampainya di balaikota, kelompok yang menamakan diri Aliansi Rakyat Bergerak tersebut hanya menggelar aksi di luar pagar karena pintu gerbang telah ditutup rapat. Selajutnya mereka melanjutkan aksi dengan mengadakan orasi-orasi secara bergantian di lokasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mudrick sepakat dengan para pemuda dan mahasiswa, SBY-Boediono gagal mengemban amanat dari rakyat untuk menjalankan pemerintahan. Dia bahkan menyebut SBY adalah jendral penakut dan presiden pengecut.
Sedangkan dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan, Aliansi Rakyat Bergerak menilai SBY-Boediono lebih berpihak pada kepentingan asing. Pemerintahan SBY-Boediono juga dinilai tidak beritikad baik menjaga martabat dan wibawa bangsa di kancah internasional, terbukti dari kegagalan menangani masalah TKI dan perbatasan.
Karena itulah mereka mendesak SBY-Boediono segera turun atau diturunkan dan segera dibentuk Dewan Transisi Nasional. Selain itu mereka juga mendesak percepatan Pemilu dan segera dibentuk pemerintahan bersih, adil, dan berwibawa.
(mbr/fay)











































