Tulang Diduga Orangutan Korban Pembantaian Diteliti di Samarinda

Tulang Diduga Orangutan Korban Pembantaian Diteliti di Samarinda

- detikNews
Jumat, 28 Okt 2011 15:34 WIB
Tulang Diduga Orangutan Korban Pembantaian Diteliti di Samarinda
Samarinda - Warga Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), menemukan tulang belulang di perkebunan sawit. Tulang-tulang itu diduga berasal dari orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) yang mati dibantai dalam rentang waktu 2009-2010 lalu.

Tulang-tulang yang ditemukan antara lain tulang lengan, tulang rongga tenggorokan, tulang punggung serta tulang rahang. Tulang-tulang ini dibawa ke Pusat Penelitian Hutan Tropis (PPHT) Universitas Mulawarman, Samarinda, untuk diteliti lebih lanjut.

"Kita akan mintakan bantuan peneliti ahli anatomi hewan untuk memastikan benar tidaknya tulang-tulang ini adalah orangutan," kata Peneliti PPHT Universitas Mulawarman Samarinda, Dr Yaya Rayadin, kepada wartawan di kantornya, Jumat (28/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pribadi, saya belum bisa pastikan ini adalah tulang-tulang orangutan akibat dibunuh atau mati karena apa. Karena tulang rangka yang datang ini, benar-benar hancur," ujar Yaya.

Berbagai jenis tulang itu ditemukan dan disimpan warga Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara. Warga kesulitan untuk membuktikan benar tidaknya tulang-tulang itu adalah tulang orangutan. Tulang-tulang itu pun diserahkan untuk diteliti kebenarannya.

"Pada umumnya, hewan mamalia memang seperti yang ada di rangka-rangka ini. Benar tidaknya ini tulang orangutan, peneliti rangka hewan yang nanti akan menelitinya, bukan saya," sebut Yaya.

Di ruang penelitiannya, Yaya sempat mengamati tulang-tulang rangka yang ada dengan gambar rangkaian tulang yang berada di komputernya. Pengamatan detikcom, dari gambar di komputer Yaya dengan tulang rahang yang ada, memiliki kemiripan.

"Untuk memastikannya bukan kapasitas saya terkait benar tidaknya itu tulang rahang orangutan," terang Yaya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan pembantaian orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) itu muncul dalam pemberitaan harian lokal di Kaltim. Pembantaian itu diduga berlangsung sekitar tahun 2009-2010 lalu, di Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara.

Tim Polres Kutai Kartanegara yang tengah menyelidiki dugaan pembantaian orangutan itu. Namun hingga saat ini, mereka belum berhasil menemukan tulang-tulang yang diduga tulang orangutan, yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut. Bahkan, Kades Puan Cepak Kadir, mengakui adanya pembunuhan orangutan di wilayah desanya, yang terjadi beberapa tahun silam.

"Ya memang benar ada satwa orangutan dibunuh warga desa. Kejadiannya itu sekitar 2 hingga 3 tahun lalu. Kejadian itu sebelum saya menjadi kepala desa. Saya menjabat sebagai kepala desa sejak 8 April 2010. Pembunuhan orang utan itu sudah jadi rahasia umum," kata Kadir, ketika dihubungi wartawan melalui sambungan telepon beberapa waktu silam.

(fay/vit)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini