Polisi yang tidak kalah cerdik lalu menggunakan pasal pelanggaran lalu-lintas untuk mendiamkan Safi dan 15-an teman-temannya dari kelompok HMI.
Insiden kecil tersebut terjadi di antara demo menuntut kinerja pemerintah lebih baik di depan Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (28/10/2011). 15-an orang yang salah satunya Safi, berorasi di depan pintu masuk Samping Istana yang berjarak 20 meter dari pintu utama Istana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Safi yang berasal dari Universitas Bung Karno (UBK) dan teman-temannya ngotot serta sempat terjadi adu dorong serta saling gertak. Polisi yang geram lalu mendorong paksa kelompok Safi ke pintu masuk Monas.
Nah, di seberang Istana di pintu Monas tersebut, kelompok Safi cs ternyata tetap membuat polisi geram. Sebab, meskipun sedikit, aksi Safi cs sangat militan dengan mendorong aparat berseragam.
Saat aksi kelompok ini mereda, Safi mengambil sepeda motor yang tadi tertinggal di dekat pintu samping Istana Merdeka. Dia pun santai menunggangai motor yang hanya berjarak 30-an meter.
Tak disangka, Safi langsung didatangi polisi dari kesatuan lalu-lintas dan menilang ditempat. Safi yang tidak berhelm ini tidak menyangka akan diciduk dengan pasal pelanggaran lalu-lintas. Dia pun langsung masam, diikuti belasan temannya yang merasa kalah strategi.
"Oke, ini tilang masalah sendiri. Tapi demo jangan dibubarkan," ucap Safi sambil membuka dompet hendak menunjukan surat kendaraan.
Hanya saja, saat Safi digiring ke dalam pagar Monas, teman-temannya langsung gontai. Mereka pun bubar dan ngedumel sejadi-jadinya. "Wah sial, beraninya main tilang," seloroh mahasiswa ngedumel.
(Ari/anw)










































