Warga Lahat Marah & Lempari Setiap Truk Batubara

Warga Lahat Marah & Lempari Setiap Truk Batubara

- detikNews
Jumat, 28 Okt 2011 14:45 WIB
Lahat - Ribuan truk batubara dari berbagai lokasi di Kabupaten Lahat dan Muaraenim, Sumatera Selatan, sudah hampir setahun ini membuat masyarakat jengkel karena membuat jalan rusak, macet dan menyebabkan kecelakaan. Warga pun melempari truk dengan batu.

Ini yang terjadi di Desa Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Mereka melempari setiap truk batubara yang melintas. Aksi warga tetap berlangsung, meskipun puluhan
anggota Polsek Merapi Barat beserta anggota Polres Lahat tiba di lokasi kejadian untuk mengamankan situasi.

Berdasarkan informasi yang didapatkan wartawan, Jumat (28/10/2011), aksi warga melempari truk batubara berawal dari tewasnya warga Desa Sirih Pulau bernama Gina Ariani. Sepeda motor Yamaha Mio BG
2197 EC yang dikendarainya, menabrak bagian belakang truk batubara yang berhenti mendadak saat di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibatnya bagian kepalanya mengalami cedera parah karena mengantam bemper belakang truk. Nyawa Gina tak tertolong. Dalam waktu singkat, berita tewasnya Gina langsung menyebar ke seluruh warga Sirih Pulau.

Warga langsung emosi, karena kejadian kecelakaan yang menewaskan warga desa sudah sering terjadi. Terakhir warga bernama Nurman, juga harus meregang nyawa akibat ditabrak dump truk batubara. Bahkan peristiwa tersebut masih membekas di ingatan warga, karena belum genap 40 hari.

Puluhan warga Desa Sirah Pulau berhamburan keluar rumah berjejer di tepi Jalan Lintas Sumatera. Mereka langsung memblokir jalan, dan menghentikan seluruh angkutan batubara yang hendak melintas. Namun beberapa sopir dump truk enggan menuruti perintah tersebut, hingga warga spontan melemparinya dengan batu yang banyak berserakan di tepi jalan.

Lebih dari 20 truk angkutan batubara menjadi sasaran warga, baik dari arah Muaraenim, maupun sebaliknya. Bahkan ada sebuah truk yang terperosok ke dalam parit, akibat ditabrak kendaraan lain dari belakang karena menghindari aksi anarkis warga. Kendaraan operasional perusaaan tambang batubara pun tidak luput dari amukan warga.

Aparat Polsek Merapi Barat yang dipimpin langsung Kapolsek AKP Alfian Nasution pun, tak mampu meredakan emosi warga. Puluhan anggota polisi yang datang dengan membawa senjata laras panjang pun, tidak dipedulikan.

Mereka terus melempar kendaraan yang melintas, sambil mengeluarkan kata-kata kasar. Sebuah mobil Mitsubishi Ranger biru bernopol BG 9660 AD dihujani batu hingga kaca belakangnya pecah, sementara kaca depan retak. Beruntung sopir yang berada di dalamnya tidak mengalami cedera berarti.

"Beberapa orang warga desa Sirah Pulau, sudah menjadi korban. Angkutan batubara sudah seperti mesin pembunuh yang mengintai setiap melintas di Jalinsum," ujar Denali, seorang warga..

Sementara, Wakapolres Lahat Kompol Adi Ferdian didampingi Kasat Reskrim AKP Syahril menjelaskan, pihaknya langsung menerjunkan anggota Samapta untuk mendukung anggota Polsek Merapi Barat. "Anggota masih bersiaga, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan," ujar Kompol Adi Ferdian.

(tw/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads