Golkar Yakin Kasus Lapindo Tak Ganjal Pencapresan Ical

Golkar Yakin Kasus Lapindo Tak Ganjal Pencapresan Ical

- detikNews
Jumat, 28 Okt 2011 14:36 WIB
Golkar Yakin Kasus Lapindo Tak Ganjal Pencapresan Ical
Jakarta - Kasus luapan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur, tidak akan menjadi beban bagi Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie untuk maju di ajang Pilpres 2014. Sebab, ganti rugi terhadap para korban lumpur sudah hampir dituntaskan oleh keluarga Bakrie.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Theo L Sambuaga usai penutupan Rapimnas II Golkar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (28/10/2011).

"Kemarin, dari 12.000 kepala keluarga, sudah 95 persen yang selesai. Masih ada lagi 88 keluarga yang belum selesai ganti rugi tanahnya yang terdampak itu," kata Theo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Theo, keluarga Bakrie berkomitmen untuk menyelesaikan ganti rugi kepada korban lumpur Lapindo itu secara bertahap dan sesuai schedule. 88 Keluarga yang masih belum menerima ganti rugi tersebut saat ini dalam proses penyelesaian.

"Dan pada waktunya akan selesai sesuai schedule mereka dengan Lapindo. Saya kira, keluarga Bakrie sudah menyelesaikannya secara signifikan," imbuhnya.

Theo mengingatkan, perkara lumpur Lapindo tidak bisa dikaitkan dengan Ical secara personal. Sebab, yang bertanggungjawab dalam tragedi lumpur itu adalah perusahaan dalam hal ini PT Lapindo.

Mengenai masalah pajak Gayus Tambunan yang juga membelit Ical, lanjut Theo, hingga kini sudah clear. Di pengadilan pajak, sama sekali tidak terbukti adanya penyimpangan yang dilakukan perusahaan Ical.

"Memang ada dugaan pada waktu itu, tapi sudah diputuskan pengadilan pajak tidak ada penyimpangan pajak," ungkap Theo.

Ia menjelaskan, hasil survei terakhir menunjukkan peningkatan elektabilitas Ical. Ditambah dengan dukungan bulat dari seluruh DPD Golkar, maka beringin mantab mengajukan Ical sebagai capres pada 2014 mendatang.

"Kita belum menetapkannya sekarang. Kita baru akan menetapkannya pada Oktober 2012 melalui rapat pimpinan khusus," kata dia.


(irw/aan)


Berita Terkait