Semangat mahasiswa semakin bertambah ketika mendapat dukungan massa dari korban SUTET Cianjur sebanyak 100 orang.
"Harga kebutuhan pokok semakin mahal, angka pengangguran semakin naik dan kemiskinan tidak kunjung menurun. Belum lagi biaya berobat yang masih mahal dan penggusuran merajalela," kata salah satu orator, Jaka dari kampus USNI saat membagikan selebaran di Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (28/10/2011).
Dalam aksi itu, mereka membagi-bagikan selebaran kepada pengendara yang melintasi jalan tersebut. Mereka juga membagikan selebaran yang berisi foto-foto yang diduga anak pejabat di Indonesia tengah dugem di berbagai negara.
"Melihat kondisi negara yang semakin hancur, maka mendorong kami, mahasiswa dan rakyat turun ke jalan," ucap Jaka.
Aksi mahasiswa kembali memanas ketika 100 orang korban SUTET dari Cianjur bergabung dengan mereka. Warga asal Cianjur ini datang menggunakan 2 buah bus dan langsung membentangkan spanduk tuntutan mereka.
"Kami tidak pernah diberi kejelasan nasib, padahal kami hidup di bawah SUTET. Terancam kesehatan kami," ungkap salah satu warga Cianjur, Ujang.
Akibat aksi gabungan ini, arus lalu lintas di Jl Diponegoro tersendat hingga ke Taman Suropati. Pengendara harus mengurangi laju kendaraannya hingga kecepatan 20 km/jam. Jarak yang biasanya ditempuh 5 menit, kini harus ditempuh lima kali lipat lebih lama. Hingga saat ini belum nampak pengamanan dari pihak Kepolisian di lokasi.
(asp/nvc)











































