Menantu Ical Unggul, Kongres KNPI Ricuh dan Deadlock

Menantu Ical Unggul, Kongres KNPI Ricuh dan Deadlock

- detikNews
Jumat, 28 Okt 2011 11:17 WIB
Menantu Ical Unggul, Kongres KNPI Ricuh dan Deadlock
Jakarta - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ricuh. Banyak peserta yang tidak terima dengan hasil pemungutan suara yang memenangkan menantu Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Taufan Eko Nugroho. Kongres KNPI pun deadlock.

Sejatinya penutupan kongres digelar pukul 09.00 WIB, Jumat (28/10/2011) di Ballroom Hotel Sahid, Jakarta. Namun aturan terkait hasil pemungutan suara membuat peserta saling adu mulut.

Suasana penutupan sidang berlangsung tegang. Apalagi banyak aturan yang multi tafsir. Kisruh berawal dari penetapan pemenang. Taufan yang unggul mendapatkan 60 suara, dianggap pimpinan sidang menjadi pemenang. Namun putusan itu tidak terima.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banyak yang protes, karena aturannya multitafsir, ada yang bilang untuk jadi pemenang cukup 30 persen plus 1, ada lagi yang beranggapan tetap 50 persen plus 1," terang seorang peserta kongres, Anggawira.

Nah, menurut hitung-hitungan, Taufan yang mendapatkan 60 suara itu mendapakan 35 persen suara. Di posisi kedua menyusul Ahmad Doli Kurnia dan posisi ketiga Sahrin Hamid. Akhirnya sebelum ketok palu, peserta lainnya banyak yang protes. Sebagian peserta meminta ada putaran kedua.

Khawatir menjadi chaos, pimpinan sidang kemudian men-skors kongres. "Ini nggak tahu sampai kapan. Masih diskors," tutur Angga yang berbincang dengan detikcom pukul 10.45 WIB.

Kini, suasana di ruangan tampak sepi. Usai sidang diskors banyak peserta yang meninggalkan arena. Beberapa masih tampak duduk-duduk. Petugas kepolisian pun terlihat berjaga di lokasi.


(ndr/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads