Manager Public Affairs Lembaga Survei Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menilai ada beberapa kendala yang bakal dihadapi Ical dalam pencalonannya. Yang pertama posisi Ical di mata kelas menengah terdidik.
Selama ini, Ical selalu dikait-kaitkan dengan masalah lumpur Lapindo dan persoalan pajak perusahaannya. Tim sukses Ical sendiri, dinilai Burhanuddin, belum mampu menjelaskan atau mencairkan persoalan itu kepada kaum menengah terdidik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ical yang tak berasal dari Jawa juga diprediksi bisa menjadi kendala. Pendukung Ical sebagian besar berasal dari Sumatera. Sedangkan etnis Jawa mendapat proporsi terbesar pemilih.
"Meski bukan persoalan, tapi bagi pemilih itu bisa jadi persoalan," terang Burhanuddin.
Secara keseluruhan, menurut Burhanuddin, Ical sebenarnya sudah dikenal dengan baik oleh masyarakat. Sekarang bagaimana kerja tim suksesnya supaya Ical bisa disukai dan akhirnya dipilih.
"Aturan pemilihnya itu mudah sebenarnya, bagaimana supaya bisa dikenal, lalu disukai dan akhirnya dipilih," tandasnya.
Sebelumnya, dalam Rapimnas II, DPD Partai Golkar bulat mengusung Ketum Aburizal Bakrie sebagai capres 2014. Ical pun menyambut dukungan itu dengan lapang dada.
"Saya tidak menolak dicalonkan, deklarasi kita lakukan pada rapimnas 2012 mendatang," kata Ical, di Hotel Mercure, Ancol.
(mok/nwk)











































