Ical Tak Populer di Kaum Menengah Terdidik

Ical Tak Populer di Kaum Menengah Terdidik

- detikNews
Jumat, 28 Okt 2011 08:59 WIB
Ical Tak Populer di Kaum Menengah Terdidik
Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie kini menyandang status sebagai calon presiden. Namun pencalonan Aburizal atau biasa disapa Ical ini bakal dikritisi oleh golongan menengah ke atas dan kaum terdidik.

Manager Public Affairs Lembaga Survei Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menilai ada beberapa kendala yang bakal dihadapi Ical dalam pencalonannya. Yang pertama posisi Ical di mata kelas menengah terdidik.

Selama ini, Ical selalu dikait-kaitkan dengan masalah lumpur Lapindo dan persoalan pajak perusahaannya. Tim sukses Ical sendiri, dinilai Burhanuddin, belum mampu menjelaskan atau mencairkan persoalan itu kepada kaum menengah terdidik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka lihat ada persoalan masa lalu Ical dan Bakrie. Mereka sangat kritis," jelas Burhanuddin kepada detikcom, Kamis (28/10/2011).

Ical yang tak berasal dari Jawa juga diprediksi bisa menjadi kendala. Pendukung Ical sebagian besar berasal dari Sumatera. Sedangkan etnis Jawa mendapat proporsi terbesar pemilih.

"Meski bukan persoalan, tapi bagi pemilih itu bisa jadi persoalan," terang Burhanuddin.

Secara keseluruhan, menurut Burhanuddin, Ical sebenarnya sudah dikenal dengan baik oleh masyarakat. Sekarang bagaimana kerja tim suksesnya supaya Ical bisa disukai dan akhirnya dipilih.

"Aturan pemilihnya itu mudah sebenarnya, bagaimana supaya bisa dikenal, lalu disukai dan akhirnya dipilih," tandasnya.

Sebelumnya, dalam Rapimnas II, DPD Partai Golkar bulat mengusung Ketum Aburizal Bakrie sebagai capres 2014. Ical pun menyambut dukungan itu dengan lapang dada.

"Saya tidak menolak dicalonkan, deklarasi kita lakukan pada rapimnas 2012 mendatang," kata Ical, di Hotel Mercure, Ancol.

(mok/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads