Aksi simpatik itu digelar di halaman Balaikota Semarang, Jalan Pemuda (27/10) malam. Acara dihadiri pejabat pemerintahan, kepolisian, TNI, tokoh masyarakat, dan remaja yang sebagian besar diantaranya adalah siswa-siswa SMA.
Untuk mencegah adanya kebakaran, sejumlah petugas keamanan ditempatkan di setiap sudut barisan. Mereka dilengkapi dengan alat pemadam ringan dan tong pasir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melalui acara seperti ini, kami berharap remaja sekarang menjadi lebih mengerti arti Sumpah Pemuda dan bisa menjiwai perjuangan para pemuda pendahulunya," kata Soemarmo.
Usai penyalaan seribu obor, acara ditutup dengan menyanyikan lagu "gebyar-gebyar" yang dipandu beberapa artis ibukota seperti Dela Puspita dan Kiwil yang hadir dalam rangka penggalangan dana. Para peserta ikut bernyanyi.
Sementara di Kawasan Tugu Muda, sekitar 500 meter dari balaikota, gabungan BEM mahasiswa dan HMI Semarang juga menggelar malam renungan. Mereka menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan semangat pemuda di era globalisasi.
(try/ahy)










































