"Masalah itu tidak ada," kata Timur usai sidang Paripurna Kabinet di Gedung Setneg, Jl Majapahit, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2011).
Timur mengatakan, kerja sama antara Polri dan Interpol terhadap perburuan buron kasus korupsi duit pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) maih terus dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika disinggung mengenai Nazaruddin yang dengan cepat tertangkap di Kolombia setelah menjadi buron interpol, Timur mengatakan pihaknya mudah mendeteksi keberadaan bekas Bendahara Umum Partai Demokrat itu karena adanya komunikasi yang dilakukan Nazar.
"Nazar kan bicara, sehingga kita bisa detek. Kalau enggak bicara kita kerja sama denga interpol," ujar Timur.
(ahy/mok)










































