"Sudah kita kirim teguran (ke kontraktor), dan kita juga sudah berkoordinasi dengan Polda," tutur Wakil Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Novizal, saat dihubungi wartawan, Kamis (27/10/2011).
Hanya saja, Novizal menolak jika surat yang dikirimkan Ditlantas tersebut sebagai surat somasi atas pengerjaan proyek ini. Menurutnya, apa yang disampaikan Ditlantas Polda adalah hasil rapat yang perlu dikomunikasikan dengan Pemprov DKI dan kontraktor.
"Itu bukan somasi tapi semacam hasil rapat Polda. Dan tentu kita akan menindaklanjuti hasil rapat itu," katanya.
Novizal menambahkan, dalam surat itu dikatakan bahwa proyek pengerjaan ini tidak memiliki pengamanan berupa rambu-rambu sebagai petunjuk bagi pengemudi kendaran. Dia pun berjanji pihaknya akan segera melengkapi rambu-rambu pengamanan selambat-lambatnya nanti malam.
"Hari ini akan kita lengkapi rambu-rambu dan tanda-tanda itu dengan memasang pagar, dengan MCB, tapi karena MCB jumlahnya terbatas maka akan dibantu dengan kanstin, juga lampu selang, sebagai pemandu. Dan besok akan kita cek apakah sudah dikerjakan instruksi kita itu atau belum," jelasnya.
Terkait sisa tanah galian yang membuat trotoar kotor, Novizal juga memastikan pihaknya akan meminta kontraktor segera membereskannya. Tapi dirinya mengaku tidak tahu apakah benar banyak sisa tanah galian yang menggangu pejalan kaki.
"Nanti kita akan lihat. Tapi kita pastikan akan dibersihkan," janjinya.
Pengerjaan proyek ini sudah dimulai sejak awal Oktober lalu. Namun, selama kegiatan SEA Games berlangsung pada bulan November mendatang, pengerjaan proyek ini akan dihentikan sementara mulai tanggal 10-22 November.
(lia/rdf)











































