Pantauan detikcom, Kamis (27/10/2011), aksi ini mulai digelar pukul 15.00 WIB. Aksi ini dimulai dengan mengumpulkan cap jempol darah sebagai simbol perlawanan terhadap pemerintahan SBY-Boediono yang dianggap banyak kelemahan.
Para mahasiswa lalu berencana melanjutkan aksinya dengan membakar ban bekas dan foto Presiden SBY. Namun sebelum dibakar, ban bekas mereka keburu dirampas oleh puluhan polisi yang berjaga.
โSaya tahu siapa yang membawa bensin (untuk menyulut ban). Kalau sampai ada api, dia yang saya bawa,โ gertak seorang aparat kepada para mahasiswa.
Mahasiswa yang kalah jumlah dari aparat kepolisian pasrah saat ban bekas tersebut diambil paksa polisi.Mahasiswa lalu memilih mundur dan menutup 3 lajur dari 4 lajur di Jl Diponegoro.
Praktis, sisa 1 lajur membuat kendaraan beringsut dan sebagian pengemudi mencaci maki aksi mahasiswa.
โCuman bikin macet. Kuliah dulu yang bener,โ ucap seorang pengendara sepeda roda dua.
Hingga pukul 16.10 WIB aksi blokir masih berjalan. Polisi masih berusaha membujuk mahasiswa mengakhiri aksi yang merugikan pengguna jalan itu.
(Ari/gun)











































